5 Tradisi Membangunkan Sahur di Indonesia yang Unik dan Kreatif

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bulan Ramadan adalah momen istimewa tahunan bagi umat Islam di dunia, termasuk di Indonesia. Hal ini karena terdapat tradisi membangunkan sahur di Indonesia sebagai kebiasaan dan ciri khas masyarakat.
Dikutip dari unair.ac.id, di berbagai daerah Indonesia, tradisi ini dilakukan dengan cara yang unik dan kreatif. Ini menunjukkan kekayaan budaya lokal yang berpadu dengan semangat ibadah Ramadan.
Tradisi Membangunkan Sahur di Indonesia yang Unik dan Kreatif
Berikut ini beberapa tradisi membangunkan sahur di Indonesia yang unik, kreatif, dan tetap dilestarikan hingga sekarang.
1. Patrol Sahur Ubrug-ubrug
Tradisi patrol saat sahur di daerah Jawa Barat dikenal dengan Ubrug-ubrug. Anak-anak sampai orang dewasa memainkan alat musik tradisional yang sederhana seperti bambu, ember, hingga galon bekas.
Mereka menciptakan irama khas yang memadukan musik tradisional dengan lagu-lagu yang diubah liriknya menjadi ajakan untuk sahur dengan berkeliling.
2. Kentongan dan Bedug Sahur
Di banyak daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur, warga masih banyak menggunakan kentongan atau bedug untuk memperingatkan saatnya waktu sahur.
Para remaja juga berkeliling kampung sambil memukul kentongan dan meneriakkan ajakan sahur. Bahkan terkadang disisipkan yel-yel lucu atau pantun khas daerah untuk menambah semangat sahur.
3. Berkeliling dengan Obor Sahur
Di beberapa daerah Sumatera Barat, masyarakat menggunakan obor untuk penerangan ketika berkeliling membangunkan sahur. Tradisi ini biasanya dilakukan oleh anak-anak dan remaja dengan penuh semangat kebersamaan.
Selain bentuk tradisi membangunkan sahur, kegiatan ini juga mempererat hubungan sosial dan solidaritas antarwarga dalam menjalankan ibadah puasa.
4. Dengo-dengo
Di Sulawesi Tengah, Dengo-dengo adalah bangunan dari bambu yang didirikan bergotong royong oleh warga menjelang 1 Ramadan.
Menjelang sahur, penjaga dengo-dengo akan menabuh gong, gendang, dan rebana untuk membangunkan warga dan melaksanakan Sahur.
5. Sahur On The Road
Di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Medan, tradisi sahur on the road adalah sebuah tren baru. Tradisi ini dilakukan oleh komunitas atau kelompok pemuda yang berkeliling kota membagikan makanan sahur untuk kaum dhuafa.
Kegiatan ini bertujuan menyatukan semangat sahur di bulan Ramadan dan meningkatkan kepedulian sosial.
Tradisi membangunkan sahur di Indonesia sangat beragam. Tradisi ini penuh nilai semangat gotong royong, kreativitas, solidaritas, dan nilai religius. Keunikan ini menjadi daya tarik yang memperkaya khazanah Ramadan di Nusantara. (Win)
Baca juga: Tradisi Nganggung dari Bangka Belitung yang Perkuat Tali Persaudaraan
