5 Tradisi Tasikmalaya yang Masih Dilestarikan Masyarakat

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tasikmalaya adalah salah satu daerah di Jawa Barat yang memiliki beberapa tradisi unik. Salah satu tradisi Tasikmalaya yang masih dilestarikan oleh masyarakat adalah Ngubek Balong.
Shodiq dan Amrullah dalam Typical Tasikmalaya Tradition of Semantic Analysis of Fields of Meaning menyebutkan bahwa tradisi Ngubek Balong adalah tradisi yang dilakukan untuk memperingati hari jadi organisasi Tasik Sarakan Kuring.
Untuk mengetahui informasi lebih lanjut seputar tradisi Tasikmalaya, simak selengkapnya dalam artikel berikut.
Tradisi Tasikmalaya
Tasikmalaya adalah wilayah di Jawa Barat yang mempunyai berbagai tradisi menarik dan unik. Adapun beberapa jenis tradisi Tasikmalaya, antara lain:
1. Ngubek Balong
Salah satu tradisi Tasikmalaya adalah Ngubek Balong. Ritual adat ini diselenggarakan untuk memperingati hari jadi organisasi Tasakur atau Tasik Sarakan Kuring.
Pelaksanaan tradisi ini dilakukan dengan membersihkan sumur atau kolam yang dipercaya mampu membawa kemakmuran maupun keberuntungan kepada masyarakat.
2. Kampung Naga
Tradisi Tasikmalaya berikutnya adalah Kampung Naga. Objek wisata ini adalah kampung tradisional Sunda yang berada di kawasan Neglasari. Kampung ini memiliki gaya arsitektur unik berupa rumah tradisional dari kayu yang pembangunannya di atas panggung sekaligus masjid komunal dari bambu.
Selain itu, penduduk Kampung Naga masih melestarikan cara hidup tradisional, seperti membuat kerajinan tangan, menenun, maupun bertani.
3. Membunyikan Bedil Lodong
Tradisi Tasikmalaya lainnya adalah membunyikan bedil lodong atau petasan karbit. Jenis petasan ini berasal dari batang bambu. Warga setempat menyebutnya sebagai bedil lodong. Biasanya, petasan ini dibunyikan saat lebaran.
Adapun tujuan membunyikan bedil lodong adalah sebagai tanda kemenangan. Anak-anak maupun para remaja akan menyalakan petasan di malam takbiran sampai menjelang dini hari.
4. Ngubyak Balong
Jenis tradisi Tasikmalaya selanjutnya adalah Ngubyak Balong. Tradisi ini diselenggarakan setiap bulan Ramadan. Masyarakat akan membersihkan sumur maupun kolam yang nantinya akan digunakan selama bulan Ramadan. Umumnya, tradisi ini akan diiringi dengan tarian tradisional hingga pertunjukan musik.
5. Menyantap Semur Jengkol saat Lebaran
Jenis tradisi Tasikmalaya yang terakhir adalah menyantap semur jengkol di saat lebaran. Pada dasarnya, setiap daerah mempunyai santapan wajib saat lebaran, sebagaimana masyarakat Tasikmalaya. Semur jengkol menjadi menu yang harus disajikan selama hari raya Idul fitri.
Demikian beberapa informasi mengenai jenis tradisi Tasikmalaya. [ENF]
