Konten dari Pengguna

6 Alasan Masyarakat Indonesia Menderita ketika Daendels Berkuasa di Indonesia

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ilustrasi masa berkuasa Daendels (Unsplash)
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi masa berkuasa Daendels (Unsplash)

Mengapa masyarakat Indonesia semakin menderita ketika Daendels berkuasa di Indonesia? Hal ini dikarenakan ketika Daendels mengambil alih kekuasaan di Indonesia, masyarakat Indonesia merasakan penderitaan yang semakin bertambah.

Berbagai kebijakan yang diterapkan oleh pemerintahannya menimbulkan dampak negatif yang signifikan bagi kehidupan rakyat.

Profil Daendels

ilustrasi masa daendels berkuasa (Unsplash)

Berdasarkan informasi dari buku Napak Tilas Jalan Daendels karya Angga Indrawan, Daendels tiba di Nusantara pada 5 Januari 1808, dia kemudian menggantikan Albertus Wiese sebagai Gubernur-Jenderal.

Tugas utamanya adalah melindungi pulau Jawa dari kemungkinan serangan tentara Inggris.

Daendels, dilahirkan pada 21 Oktober 1762 di kota Hattem, dia adalah seorang politikus Belanda yang kemudian menjabat sebagai salah Gubernur-Jenderal Hindia-Belanda.

Masa kekuasaannya berlangsung dari tahun 1808 hingga 1811, saat Belanda berada di bawah kendali Perancis.

Berbagai Alasan Masyarakat Indonesia Menderita Ketika Daendels Berkuasa di Indonesia

Berikut ini adalah berbagai penyebab alasan masyarakat mengalami penderitaan di masa pemerintahan Daendels di Indonesia:

1. Kebijakan Kerja Paksa

Daendels menerapkan kebijakan kerja paksa yang mengharuskan rakyat Indonesia untuk bekerja secara paksa dalam pembangunan infrastruktur.

Aktivitas kerja paksa di era Daendels paling terkenal adalah pembuatan jalan raya dari Anyer sampai Panarukan, yang menyebabkan penderitaan dan korban jiwa di antara pekerja.

2. Kebijakan Tanam Paksa

Masyarakat hanya diizinkan menanam tanaman tertentu sesuai keinginan pemerintah Belanda, mengurangi keberagaman dan kemandirian ekonomi petani.

Pemerintahan Belanda melakukan hal ini agar kas negara terisi oleh keuntungan dari perdagangan komoditas yang laku di pasar internasional.

3. Penguasaan Tanah Rakyat secara Sepihak

Daendels secara sepihak menguasai tanah rakyat untuk kepentingan pribadi atau kepentingan kolonial, tanpa mempertimbangkan hak-hak tradisional masyarakat lokal.

4. Penyerahan Wajib Sebagian Hasil Pertanian Rakyat

Rakyat diwajibkan menyerahkan sebagian hasil pertanian mereka kepada pemerintah Belanda, hal ini menyebabkan kemiskinan dan kelaparan muncul di kalangan petani.

5. Pemungutan Pajak yang Tinggi

Daendels memberlakukan pajak yang sangat tinggi, menyebabkan beban ekonomi yang berat bagi masyarakat Indonesia, terutama yang hidup di bawah garis kemiskinan.

6.Pengekangan Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat

Kebijakan-kebijakan tersebut mengakibatkan pengekangan terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat, kebijakan ini tentunya memperparah ketidakadilan dan ketidaksetaraan.

Masyarakat Indonesia semakin menderita ketika Daendels berkuasa karena kebijakan-kebijakan yang diterapkan secara sepihak dan tidak mengindahkan kepentingan dan kesejahteraan rakyat.

Hal ini menunjukkan betapa beratnya beban yang harus ditanggung oleh masyarakat pada masa pemerintahannya, dan bagaimana penderitaan tersebut meresap ke dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari. (AZ)