7 Tokoh Perwakilan Golongan Muda dalam Peristiwa Rengasdengklok

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Menjelang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 1945, ada beberapa tokoh perwakilan golongan muda yang ikut andil dan mempunyai peran penting dalam Peristiwa Rengasdengklok yang terjadi sebelum proklamasi.
Lantas, siapa saja tokoh-tokoh muda yang berjasa dalam Peristiwa Rengasdengklok tersebut? Simak dalam penjelasan di bawah ini!
Tokoh Perwakilan Golongan Muda
Dr. Achmad Kosasih, M.M. dalam buku berjudul Legislasi dan Perwakilan Politik menjelaskan bahwa pada Agustus 1945, Amerika Serikat menjatuhkan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki serta Uni Soviet menyatakan perang kepada Jepang.
Melalui 2 peristiwa tersebut, para pendiri bangsa Indonesia mempercayai bahwa Jepang akan kalah dalam waktu singkat sehingga Proklamasi Kemerdekaan Indonesia harus segera dikumandangkan.
Kemudian, pada 16 Agustus 1945, para tokoh dari golongan muda pun sepakat untuk menjauhkan Soekarno dan M. Hatta dari ibu kota serta membawa mereka ke Rengasdengklok, Karawang. Adapun tokoh-tokoh muda yang berperan dalam hal ini adalah:
1. Chaerul Saleh
Chaerul Saleh termasuk salah satu pejuang dari kelompok pemuda Peristiwa Rengasdengklok. Chaerul termasuk pemimpin rapat tersembunyi supaya Soekarno-Hatta dapat segera membacakan proklamasi kemerdekaan.
Chaerul memimpin Pandu Kartawiguna, Abdul Muluk, Ibnu Parna, dan Ajiz untuk menyampaikan kabar kemerdekaan Indonesia ke telinga tokoh perjuangan Banten, misalnya KH Syam’un, KH Ahmad Khatib, serta Zulkarnain Surya.
2. Wikana
Wikana merupakan tokoh golongan muda yang mempunyai koneksi dengan Angkatan Laut Jepang alias Kaigun. Hal ini membuat Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 1945 dapat dirumuskan di rumah dinas Laksamana Maeda di Menteng yang keamanannya terjamin.
3. Soekarni
Soekarni adalah salah satu yang mengusulkan supaya naskah proklamasi kemerdekaan ditandatangani hanya oleh Soekarno-Hatta.
4. Sayuti Melik
Sayuti Melik adalah tokoh proklamasi yang mengetik naskah proklamasi kemerdekaan yang akhirnya dibaca oleh Soekarno pada 17 Agustus 1945.
5. Yusuf Kunto
Yusuf Kunto mengantarkan Soekarno ke Rengasdengklok pada 16 Agustus 1945 dan sampai di lokasi pukul 17.30 WIB.
6. Sudiro
Sudiro mempunyai peran yang sama dengan Yusuf Kunto, yaitu mengantarkan Soekarno ke Rengasdengklok.
7. BM Diah
Burhanuddin Mohammad Diah atau BM Diah merupakan salah satu tokoh yang menjadi saksi perumusan naskah proklamasi di kediaman Laksamana Maeda.
Ia menyelamatkan teks naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang asli (ditulis tangan oleh Soekarno). Sebab, setelah teks diketik ulang oleh Sayuti Melik, teks tersebut dibuang begitu saja.
Itulah tokoh perwakilan golongan muda dalam Peristiwa Rengasdengklok yang perlu diketahui. Semoga membantu! (Ek)
