8 Elemen Pembangunan Kawasan Bioregional Guna Pelestarian Flora dan Fauna

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengelolaan keanekaragaman flora dan fauna di Indonesia perlu dilakukan guna menjaga kelestariannya. Salah satunya dengan pembangunan kawasan bioregional.
Kawasan bioregional merupakan kawasan perairan dan daratan yang mempunyai batasan, serta memiliki keunggulan ekologi, ekonomi, dan sosial budaya yang jelas.
Berikut adalah 8 elemen pembangunan kawasan bioregional yang perlu diketahui guna pelestarian flora dan fauna di Indonesia.
Elemen Pembangunan Kawasan Bioregional
Mengutip situs resmi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (menlhk.go.id), kawasan bioregional adalah kawasan daratan dan perairan yang batasnya tidak ditentukan oleh batas politik, melainkan oleh batas geografis berdasar kelompok masyarakat atau sistem ekologis tertentu.
Berikut adalah delapan elemen pembangunan kawasan bioregional untuk
Pembangunan kawasan bioregional berpusat pada kawasan lindung dan atau konservasi yang sudah ada sebagai inti dari bioregion. Zona inti bioregion dikelola sebagai pusat konservasi yang dapat dikembangkan atau ditetapkan dari hasil studi pusat mengenai keanekaragaman flora dan fauna unggulan.
Pengelolaan secara keseluruhan daerah aliran sungai (DAS) dari mata air pegunungan hingga laut juga termasuk pemanfaatannya di berbagai di berbagai titik.
Merehabilitasi lahan kritis sehingga memiliki nilai manfaat, antara lain untuk konservasi air dan tanah, pelindung kawasan pesisir, pertanian, peternakan, produksi kayu, dan perluasan kawasan lindung.
Konservasi terumbu karang, mangrove, pantai, dan elemen lainnya di kawasan pesisir dan lautan untuk menjaga produktivitas perikanan dan membangun ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata alam.
Mengelola dataran penggembalaan dengan batasan untuk memelihara flora dan fauna asli, mengembangkan ternak, dan menjamin pemenuhan kebutuhan hidup masyarakat.
Mengoptimalkan pengelolaan lahan pertanian untuk meningkatkan produktivitas sekaligus tetap melestarikan keanekaragaman flora dan fauna. Pelestarian bisa dilakukan dengan pemupukan, pengendalian hama penyakit, menanam tanaman unggul lokal, dan penanaman pohon untuk pembatas juga perindang.
Adanya suatu rangkaian kelembagaan berbasis masyarakat untuk mendukung konservasi keanekaragaman flora dan fauna. Beberapa hal yang bisa dilakukan, antara lain penyuluhan pertanian, pusat penelitian, penyimpanan / inventarisasi, dan lain sebagainya.
Penyediaan lembaga pendukung oleh kawasan perkotaan. Termasuk dalam hal ini, adalah kebun binatang, kebun raya, dan akuarium. Selain itu, ada juga sekolah, tempat ibadah, media, lembaga swadaya masyarakat, serta pusat informasi yang bisa menjadi sarana belajar dan komunikasi.
Demikian pembahasan mengenai 8 elemen pembangunan kawasan bioregional yang perlu diketahui guna pelestarian flora dan fauna di Indonesia. (SP)
