9 Kemajuan Ilmu Pengetahuan Masa Bani Umayah di Bidang Sains

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kemajuan ilmu pengetahuan masa Bani Umayah di bidang sains merupakan fondasi penting bagi perkembangan ilmu pengetahuan di dunia Islam.
Dinasti Umayah adalah sebuah rezim pemerintahan Islam yang berada di bawah kekuasaan keluarga Umayah. Dinasti ini berlangsung dari tahun 661 M hingga 750 M.
Kemajuan Ilmu Pengetahuan Masa Bani Umayah di Bidang Sains
Dikutip dari jurnal Perkembangan Politik dan Ilmu Pengetahuan Masa Dinasti Bani Umayah, Dirhamzah, dan Dinasti Umayah (Kajian Sejarah dan Kemajuannya), Dr. Fuji Rahmadi P, MA., dalam kemajuan ilmu pengetahuan masa Bani Umayah di bidang sains, menurut Musyrifah Sunanto bahwa pada masa dinasti Bani Umayah telah terjadi pembidangan ilmu pengetahuan, yakni:
Ilmu pengetahuan bidang agama, yaitu segala ilmu yang bersumber dari Al-Qur’an dan hadis.
Ilmu pengetahuan bidang sejarah, yaitu segala ilmu yang membahas mengenai perjalanan hidup, kisah, dan riwayat.
Ilmu pengetahuan bidang filsafat, yaitu segala yang pada umumnya diketahui berasal dari bangsa asing. Hal ini seperti ilmu mantiq, kedokteran, kimia, astronomi, ilmu hitung, dan ilmu lainnya yang berhubungan dengan ilmu itu.
Ilmu pengetahuan bahasa, yakni segala ilmu yang mempelajari bahasa, nahwu, sharaf, dan lain-lain.
Menurut Jurji Zaidan (George Zaidan) sebagaimana yang dikutip oleh Samsul Munir Amin menyebutkan beberapa kemajuan dalam bidang pengembangan ilmu pengetahuan pada masa Dinasti Umayah di bidang sains, di antaranya:
1. Pengembangan Bahasa Arab
Para penguasa Bani Umayah telah menjadikan Islam sebagai daulah, kemudian dikembangkanlah bahasa Arab dalam wilayah kerajaan Islam.
Upaya tersebut dilakukan dengan menjadikan bahasa Arab sebagai bahasa resmi dalam tata usaha negara dan pemerintahan sehingga berbagai macam pembukuan dan surat-menyurat di masa itu harus menggunakan bahasa Arab.
2. Ilmu Qiraat dan Ilmu Tafsir
Kemajuan ilmu pengetahuan masa Bani Umayah di bidang sains lainnya adalah ilmu qiraat dan ilmu tafsir.
Ilmu qiraat telah dibina sejak zaman Khulafaur Rasyidin kemudian masa Dinasti Umayah dikembangluaskan sehingga menjadi cabang ilmu syariat yang sangat penting. Pada masa ini juga minat untuk menafsirkan Al-Qur’an di kalangan umat Islam bertambah.
3. Marbad Kota Pusat Kegiatan Ilmu
Dinasti Umayah juga mendirikan sebuah kota kecil sebagai pusat kegiatan ilmu pengetahuan dan kebudayaan.
4. Ilmu Hadis dan Ilmu Fiqih
Di antara para ahli hadis yang termasyhur pada masa Dinasti Umayah adalah Hasan Basri, al-Zuhry, dan Abu Zubair Muhammad bin Muslim bin Muhammad.
Sementara untuk ilmu fiqih, para ahli fiqih yang terkenal pada masa Dinasti Bani Umayah adalah Abu Bakar bin Abdurrahman, Qasim Ubaidillah, serta Urwah dan Kharijah.
5. Ilmu Nahwu, Ilmu Jughrafi, dan Tarikh
Pada masa dinasti ini, karena wilayahnya berkembang secara luas khususnya ke wilayah luar Arab, maka ilmu Nahwu sangat diperlukan pada masa itu.
Ilmu jughrafi (ilmu bumi dan geografi) dan tarikh pada masa Dinasti Umayah telah berkembang menjadi ilmu tersendiri.
6. Usaha Penerjemahan
Usaha kepentingan pembinaan dakwah Islamiyah, pada masa Dinasti Umayah dimulai pula penerjemahan buku-buku ilmu pengetahuan dari bahasa lain ke dalam bahasa Arab.
7. Kedokteran
Selain itu, Khalifah Al-Walid juga mendirikan sekolah kedokteran dan Al-Dinawari mulai mengembangkan ilmu farmasi dengan mempelajari sifat obat-obatan herbal.
8. Astronomi
Di bidang astronomi, ilmuwan seperti Al-Fazari mengembangkan ilmu astronomi dari India dan Yunani dan di bidang matematika, ilmuwan seperti Al-Kindi mulai mengembangkan teori angka dan aljabar.
9. Kimia dan Alkimia
Di bidang kimia dan alkimia, dilakukan berbagai percobaan dengan berbagai zat kimia untuk pengobatan dan bahan pewarna.
Kemajuan ilmu pengetahuan masa Bani Umayah di bidang sains telah memberikan kontribusi besar bagi perkembangan peradaban Islam dan dunia.
Berbagai pencapaian di berbagai bidang menjadi dasar bagi kemajuan ilmu pengetahuan di masa berikutnya. (Mey)
Baca juga: Siapakah Tokoh Sahabat Nabi dari Golongan Saudagar Kaya? Inilah Jawabannya
