Konten dari Pengguna

Alasan Lokasi Relatif Suatu Tempat Mempunyai Nilai yang Berbeda-beda

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi untuk alasan lokasi relatif suatu tempat mempunyai nilai yang berbeda-beda. Foto: Unsplash/Gaël Gaborel - OrbisTerrae
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi untuk alasan lokasi relatif suatu tempat mempunyai nilai yang berbeda-beda. Foto: Unsplash/Gaël Gaborel - OrbisTerrae

Mengapa lokasi relatif suatu tempat mempunyai nilai yang berbeda-beda? Pertanyaan ini kerap muncul dalam mata pelajaran Geografi dan menjadi kunci penting untuk memahami dinamika letak suatu wilayah secara lebih mendalam.

Setiap lokasi memiliki hubungan yang khas dengan lingkungannya dan ini terus berubah. Kekhasan ini menjadikan nilai relatif suatu lokasi hal yang menarik untuk dipelajari.

Alasan Lokasi Relatif Suatu Tempat Mempunyai Nilai yang Berbeda-beda

Ilustrasi untuk alasan lokasi relatif suatu tempat mempunyai nilai yang berbeda-beda. Foto: Unsplash/unavailable parts

Mengapa lokasi relatif suatu tempat mempunyai nilai yang berbeda-beda? Hal ini terjadi karena nilai lokasi relatif ditentukan oleh hubungannya dengan tempat lain, tingkat aksesibilitas, serta potensi interaksi yang dapat dimanfaatkan.

Menurut Amin (Geografi Regional, 2022: 4), lokasi relatif adalah posisi wilayah yang ditentukan oleh kondisi fisik, sosial, ekonomi, budaya, dan transportasi di sekitarnya. Perbedaan kondisi itu membuat nilai setiap wilayah bervariasi.

Kedekatan dengan pusat kegiatan ekonomi, pemerintahan, atau pendidikan biasanya meningkatkan nilai lokasi relatif. Sebaliknya, wilayah terpencil dan minim akses cenderung memiliki nilai lebih rendah dalam interaksi sosial dan ekonomi.

Contohnya adalah posisi Indonesia di antara dua benua dan dua samudera yang menjadikannya strategis bagi perdagangan internasional, pergerakan manusia, dan pertukaran budaya. Karena itu, nilai lokasi relatif Indonesia tinggi secara global.

Nilai lokasi relatif ini bisa berubah sewaktu-waktu. Jika ada kemajuan seperti pembangunan infrastruktur dan pembukaan jalur transportasi, maka nilai akan naik. Namun, jika ada keterisolasian wilayah atau kerusakan lingkungan, nilainya berkurang.

Dua Jenis Lokasi dalam Geografi

Ilustrasi untuk alasan lokasi relatif suatu tempat mempunyai nilai yang berbeda-beda. Foto: Unsplash/Etienne Girardet

Lokasi dalam ilmu geografi terbagi menjadi dua, yakni lokasi absolut dan lokasi relatif. Berdasarkan modul Pengertian Geografi dan Perannya dalam Pengembangan Wilayah karya Hartanto (hlm. 15), berikut adalah pengertian kedua jenis lokasi tersebut.

1. Lokasi Absolut

Lokasi absolut adalah posisi suatu tempat yang ditentukan berdasarkan koordinat garis lintang dan garis bujur di permukaan bumi. Posisi ini bersifat pasti dan tidak berubah karena menggunakan sistem koordinat yang tetap.

Contohnya adalah Indonesia terletak di antara 6° Lintang Utara sampai 11° Lintang Selatan dan 95° Bujur Timur sampai 141° Bujur Timur. Lokasi absolut tersebut digunakan untuk menunjukkan posisi ‘sesuatu’ yang tepat di peta atau globe.

2. Lokasi Relatif

Lokasi relatif adalah posisi suatu tempat yang ditentukan berdasarkan hubungan dan kondisi dengan daerah sekitarnya, sehingga bersifat dinamis dan dapat berubah tergantung situasi. Jangkauan adalah salah satu yang memengaruhinya.

Sebagai contoh, jarak antara Surabaya dan Jakarta dapat ditempuh dengan bus atau pesawat, sehingga lokasi relatifnya bernilai cukup tinggi. Sedangkan daerah rawa payau sulit dijangkau, sehingga nilainya terhitung lebih rendah.

Itulah alasan lokasi relatif suatu tempat mempunyai nilai yang berbeda-beda. Perbedaan tersebut mencerminkan keragaman kondisi geografis yang harus dipahami agar pengelolaan wilayah lebih efektif dan efisien. (Nida)

Baca juga: Fungsi Pertanyaan Why dalam Kajian Ilmu Geografi dan Pendekatannya