Konten dari Pengguna

Alasan Mayoritas Penduduk Mesir Tinggal di Sepanjang Sungai Nil dan Deltanya

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi enduduk Mesir lebih banyak tinggal di sepanjang sungai nil dan delta atau muaranya alasannya adalah, Foto : Pexels/Mikhail Nilov
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi enduduk Mesir lebih banyak tinggal di sepanjang sungai nil dan delta atau muaranya alasannya adalah, Foto : Pexels/Mikhail Nilov

Mesir merupakan sebuah negara yang berada di wilayah Afrika Utara. Uniknya, penduduk Mesir lebih banyak tinggal di sepanjang Sungai Nil dan delta atau muaranya. Hal ini tentu didasarkan pada beberapa alasan.

Sejak dahulu, Sungai Nil sudah erat kaitannya dengan penduduk Mesir. Sungai ini memang merupakan sungai terpanjang di benua Afrika yang terbentang dari wilayah Tanzania sampai Mesir.

Dengan kondisi wilayah yang sebagian besar merupakan gurun pasir, maka tidak heran apabila air dari Sungai Nil sangat penting bagi kehidupan penduduk negara Mesir.

Apa Alasan Penduduk Mesir Lebih Banyak Tinggal di Sepanjang Sungai Nil dan Delta Atau Muaranya?

Ilustrasi enduduk Mesir lebih banyak tinggal di sepanjang sungai nil dan delta atau muaranya alasannya adalah, Foto : Unsplash/Jordi Orts Segalés

Penduduk Mesir lebih banyak tinggal di sepanjang Sungai Nil dan delta atau muaranya alasannya adalah wilayah tersebut terkenal sangat subur sehingga dapat dijadikan sebagai tempat pemukiman permanen.

Mengutip dari buku Sejarah Peradaban Dunia Kuno Empat Benua, Anisa Septianingrum (2017: 19), Sungai Nil memiliki peran besar dalam perkembangan dinasti-dinasti yang pernah berjaya memerintah Mesir.

Sungai ini dimanfaatkan untuk memenuhi kehidupan bangsa-bangsa yang ada di sekitarnya.

Lembah Nil membentang sepanjang 1300 km2 dan berkelok-kelok. Dulunya Sungai Nil memiliki 7 muara, tetapi sekarang hanya tersisa 2, yaitu di Rasyid dan Dumyat.

Penduduk Mesir kuno memanfaatkan aliran Sungai Nil untuk mengairi ladang-ladang, tempat perdagangan, dan pelayaran. Secara garis besar, berikut alasan penduduk Mesir lebih banyak tinggal di wilayah ini.

  1. Sungai Nil merupakan sumber air utama bagi penduduk Mesir. Sungai ini bahkan tidak pernah kering meskipun sedang musim kemarau.

  2. Endapan lumpur di sepanjang sisi Sungai Nil membuat tanahnya menjadi subur, sehingga mendukung aktivitas pertanian. Hasil utama dari pertanian penduduk Mesir adalah jeruk, kapas, beras, dan tebu.

  3. Sejak zaman kuno, Sungai Nil sudah menjadi pusat perkembangan ekonomi, sosial, dan budaya negara Mesir melalui pertanian serta perdagangan.

  4. Daerah di sekitar Sungai Nil memiliki iklim yang lebih sejuk dibandingkan dengan wilayah lainnya yang berupa gurun pasir.

  5. Sungai Nil memiliki sumber daya alam yang melimpah baik berupa ikan, mamalia, dan berbagai jenis burung.

  6. Terdapat Bendungan Aswan di sungai ini yang menjadi sumber listrik dan pengendalian banjir di Negara Mesir.

  7. Sungai Nil juga memiliki peranan dalam kepercayaan dan keagamaan penduduk Mesir Kuno.

Itulah penjelasan seputar alasan penduduk Mesir lebih banyak tinggal di sepanjang Sungai Nil dan delta atau muaranya. Sungai Nil memungkinkan adanya peradaban Mesir di tengah gurun pasir yang gersang.

Baca Juga : Tujuan Utama Dibangunnya Piramida di Mesir Kuno dan Sejarah Singkatnya