Konten dari Pengguna

Alasan Modernisasi Sering Disalahartikan sebagai Westernisasi

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi modernisasi yang sering disalahartikan sebagai westernisasi, sumber foto: unsplash.com/Cory Schadt
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi modernisasi yang sering disalahartikan sebagai westernisasi, sumber foto: unsplash.com/Cory Schadt

Modernisasi dan westernisasi merupakan dua istilah yang muncul akibat adanya berbagai perubahan di berbagai aspek kehidupan manusia. Lalu mengapa modernisasi sering disalahartikan sebagai westernisasi?

Ada beberapa alasan yang menyebabkan masyarakat menyamakan antara modernisasi dengan westernisasi. Untuk mengetahui alasannya, mari simak pembahasannya di sini.

Mengapa Modernisasi Sering Disalahartikan Sebagai Westernisasi?

Ilustrasi mengapa modernisasi sering disalahartikan sebagai westernisasi, sumber foto: unsplash.com/Jezael Melgoza

Dikutip dari buku Sosiologi: Memahami dan Mengkaji Masyarakat karya Janu Murdiyatmoko, (Grafindo) modernisasi adalah proses perubahan sosial dari masyarakat tradisional ke masyarakat yang lebih maju.

Sementara westernisasi adalah proses peniruan budaya Barat oleh masyarakat di luar wilayahnya.

Lalu mengapa modernisasi sering disalahartikan sebagai westernisasi? Berikut adalah beberapa alasannya.

1. Aspek Perubahan

Alasan mengapa modernisasi sering disalahartikan sebagai westernisasi pertama adalah perubahan yang terjadi. Baik modernisasi maupun westernisasi, keduanya dapat memberikan perubahan pada struktur di dalam masyarakat.

Bedanya, pengaruh modernisasi datang dari berbagai penjuru dunia khususnya negara-negara maju. Sementara pengaruh westernisasi hanya datang dari bangsa Barat saja.

2. Aspek Bentuk

Alasan kedua modernisasi sering disamakan dengan westernisasi adalah dari bentuknya. Meski kerap dianggap sama, modernisasi dan westernisasi sebenarnya memiliki perbedaan dari aspek cara peniruan.

Modernisasi harus melewati proses seleksi, organisasi, dan perencanaan yang matang dan baik.

Sementara westernisasi tidak melewati proses tersebut, tetapi hanya meniru secara mentah-mentah tanpa mempertimbangkan dampaknya.

Misalnya beberapa orang yang meniru gaya hidup konsumtif, hedonistik, dan individualistik dari bangsa Barat tanpa memikirkan akibatnya bagi diri sendiri maupun lingkungan.

3. Aspek Dampak

Alasan mengapa modernisasi dan westernisasi sering disamakan terakhir adalah dampak sosial yang ditimbulkannya.

Modernisasi dapat memberikan banyak dampak positif bagi masyarakat, seperti peningkatan kualitas hidup, pendidikan, kesehatan, ekonomi, politik, dan sebagainya.

Sementara westernisasi cenderung memberi dampak negatif bagi masyarakat, seperti kehilangan identitas budaya, konflik sosial, degradasi moral, kerusakan lingkungan, dan sebagainya.

Baca juga: Dampak Segregasi dalam Kehidupan Masyarakat Sehari-hari

Demikian beberapa alasan modernisasi sering disalahartikan sebagai westernisasi. Meski kerap dianggap sama, modernisasi dan westernisasi adalah dua hal berbeda dan tidak bisa disamakan. (WWN)