Konten dari Pengguna

Apa yang Dimaksud Paradigma Fakta Sosial dan Contohnya

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi paradigma fakta sosial. Sumber foto: Pexels/Huy Phan.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi paradigma fakta sosial. Sumber foto: Pexels/Huy Phan.

Paradigma fakta sosial merupakan salah satu teori yang penting untuk dipelajari. Fungsi mempelajari paradigma fakta sosial, yaitu untuk mengkaji dan menganalisis segala aspek kehidupan sosial manusia.

Fakta sosial diperkirakan diperkenalkan pertama kali sekitar abad ke-19 oleh Emile Durkheim, seorang sosiolog dari Prancis. Untuk mengetahui pengertian dan contoh dari paradigma fakta sosial itu sendiri, simak penjelasan berikut ini.

Pengertian Paradigma Fakta Sosial

Ilustrasi paradigma fakta sosial. Sumber foto: Pexels/Huy Phan.

Dalam buku Teori-teori Sosial dalam Tiga Paradigma yang ditulis oleh I.B. Wirawan, paradigma fakta sosial adalah sebuah kerangka pemikiran atau cara pandang yang digunakan untuk memahami dan menjelaskan fakta-fakta sosial yang ada di masyarakat.

Paradigma fakta sosial ini menganggap bahwa fenomena sosial memiliki keberadaan yang mandiri dan objektif serta dapat diamati dan diteliti secara ilmiah.

Contoh Paradigma Fakta Sosial

Ilustrasi paradigma fakta sosial. Sumber foto: Pexels/Mehmet Turgut Kirkgoz.

Contoh paradigma fakta sosial dapat ditemukan dalam berbagai fenomena sosial yang terjadi dalam masyarakat. Berikut contoh dan penjelasannya.

1. Korupsi

Contoh paradigma fakta sosial yang sering terjadi adalah korupsi. Bukan hanya sekadar mencuri uang negara saja, mencuri waktu juga bisa merupakan bagian dari korupsi.

Ketika seseorang melakukan korupsi waktu dalam bekerja, sebenarnya ia paham bahwa apa yang dilakukan itu salah. Namun, karena hal tersebut sering terjadi dan sering dilakukan oleh banyak orang, ia menganggap hal tersebut sebagai sesuatu yang normal.

Tindakan korupsi adalah perilaku menyimpang dan ia tetap melakukannya secara sadar, meskipun mengetahui hal tersebut salah. Hal ini bisa menjadi salah satu contoh paradigma fakta sosial.

2. Kajian Mengenai Kemiskinan

Contoh lain dari paradigma fakta sosial adalah kajian mengenai kemiskinan. Paradigma fakta sosial dalam hal ini melihat kemiskinan sebagai sebuah fenomena sosial yang terjadi di dalam masyarakat.

Selain itu, kemiskinan juga dipandang sebagai suatu fakta sosial yang terlepas dari keinginan atau kemampuan individu yang mengalaminya.

Kemiskinan dapat diakibatkan oleh berbagai faktor, seperti ketimpangan ekonomi, ketidakmerataan distribusi sumber daya, dan struktur sosial yang mendukung ketidaksetaraan.

Dalam pendekatan ini, fokus utamanya adalah pada faktor-faktor sosial yang memengaruhi dan membentuk perilaku serta interaksi manusia dalam masyarakat, serta bagaimana faktor tersebut dapat diukur dan dianalisis secara ilmiah.

Dengan demikian, paradigma fakta sosial memberikan sudut pandang yang berbeda dalam memahami berbagai fenomena sosial di dalam masyarakat.

Melalui pendekatan paradigma fakta sosial ini, diharapkan dapat ditemukan solusi atau alternatif yang lebih efektif dalam menangani berbagai masalah sosial yang terjadi di masyarakat.