Konten dari Pengguna

Apakah di Korea Utara Ada Pemilihan Presiden? Ini Faktanya

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Apakah di Korea Utara Ada Pemilihan Presiden? Ini Faktanya. Foto: Unsplash/Katie Moum
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Apakah di Korea Utara Ada Pemilihan Presiden? Ini Faktanya. Foto: Unsplash/Katie Moum

Apakah di Korea Utara ada pemilihan presiden? Pertanyaan ini sering muncul karena sistem pemerintahan di negara tersebut berbeda dengan negara lain pada umumnya.

Meskipun Korea Utara memiliki pemimpin tertinggi, proses pemilihan atau penunjukan jabatan tersebut tidak berjalan seperti pemilihan umum yang umum dikenal di banyak negara.

Hal ini membuat mekanisme pengisian jabatan presiden di Korea Utara memiliki karakteristik yang unik dan berbeda dari sistem demokrasi.

Apakah di Korea Utara Ada Pemilihan Presiden?

Ilustasi Apakah di Korea Utara Ada Pemilihan Presiden? Foto: Unsplash/Marco Oriolesi

Apakah di Korea Utara ada pemilihan presiden? Di Korea Utara tidak ada pemilihan presiden secara langsung seperti yang umum dilakukan di negara-negara demokratis.

Mengutip dari world.kbs.co.kr, sistem politik Korea Utara menganut sistem satu partai yang dipimpin oleh Partai Buruh Korea (WPK), di mana kekuasaan tertinggi dipegang oleh Sekretaris Jenderal Partai tersebut yang juga menjabat sebagai Presiden Komisi Urusan Negara, posisi tertinggi dalam struktur pemerintahan negara ini.

Jabatan Presiden Komisi Urusan Negara dipilih oleh Majelis Rakyat Tertinggi (Supreme People's Assembly, SPA) melalui proses yang sangat terkendali.

Kandidat yang diajukan berasal dari Komite Sentral Partai Buruh Korea. Pemilihan ini bersifat simbolis karena calon yang diajukan hampir selalu disetujui tanpa ada kandidat lain.

Misalnya, Kim Jong Un secara resmi dipilih sebagai Presiden Komisi Urusan Negara pada 2019 menggantikan posisi yang sebelumnya dipegang oleh ayahnya, Kim Jong Il, yang dianugerahi gelar "Pemimpin Abadi" setelah wafat pada tahun 2011.

Korea Utara memang menggelar pemilihan umum setiap lima tahun untuk memilih anggota Majelis Rakyat Tertinggi, tetapi pemilu tersebut tidak bersifat kompetitif.

Setiap distrik hanya memiliki satu calon yang disetujui pemerintah, sehingga pemilih hanya memiliki pilihan untuk menerima atau menolak calon tersebut.

Menolak calon dianggap tindakan berisiko tinggi karena bisa berujung pada pengawasan ketat atau hukuman dari rezim yang otoriter.

Itulah penjelasan mengenai apakah di Korea Utara ada pemilihan presiden. Pemilihan presiden di Korea Utara bersifat formalitas tanpa persaingan nyata dengan kekuasaan tetap terpusat pada pemimpin tunggal.

Baca Juga: Mata Uang Korea Utara: Nama, Nilai, dan Fakta Uniknya