Apakah Kerajaan Galuh dan Pajajaran Sama? Temukan Hubungan Sejarah Keduanya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apakah Kerajaan Galuh dan Pajajaran sama merupakan pertanyaan penting dalam memahami sejarah awal pembentukan kekuasaan di wilayah Jawa Barat pada masa lampau.
Kedua nama tersebut kerap muncul dalam catatan sejarah kuno, terutama yang berkaitan dengan perkembangan budaya, pemerintahan, dan perpindahan kekuasaan di tanah Sunda.
Meski sering dianggap berkaitan erat, kedua kerajaan itu memiliki latar belakang, pusat kekuasaan, dan jalur pemerintahan yang tidak sepenuhnya identik.
Apakah Kerajaan Galuh dan Pajajaran Sama
Apakah Kerajaan Galuh dan Pajajaran sama? Jawabannya tidak sama, karena Galuh dan Pajajaran berasal dari dua entitas yang berbeda walaupun pernah disatukan.
Dikutip dari laman sdn32.bimakota.sch.id, Kerajaan Galuh berasal dari wilayah yang kini dikenal sebagai Ciamis dan muncul setelah runtuhnya Kerajaan Tarumanegara, dengan identitas dan garis kekuasaan sendiri.
Sementara itu, Kerajaan Sunda juga merupakan kerajaan pasca-Tarumanegara yang berpusat di wilayah Pakuan, yang sekarang terletak di kawasan Bogor.
Nama Pajajaran sendiri sebenarnya adalah nama ibu kota Kerajaan Sunda saat dipimpin oleh Sri Baduga Maharaja atau Prabu Siliwangi pada abad ke-15.
Jadi, ketika seseorang menyebut Pajajaran, yang dimaksud sebenarnya adalah Kerajaan Sunda dalam periode ketika pusat pemerintahannya berada di Pakuan Pajajaran.
Penyatuan antara Kerajaan Galuh dan Kerajaan Sunda pertama kali terjadi pada tahun 723 Masehi oleh Raja Sanjaya.
Namun, pada tahun 759 Masehi, Kerajaan Sunda memisahkan diri dari kekuasaan Galuh melalui kepemimpinan Raja Banga Sanghyang Banga.
Kedua kerajaan tersebut kembali disatukan oleh Prabu Gajah Kulon pada tahun 819 Masehi, tetapi kemudian pecah lagi pada tahun 1382 akibat pembagian kekuasaan oleh Wastukancana kepada dua putranya.
Puncak penyatuan yang paling dikenal dalam sejarah terjadi pada masa pemerintahan Sri Baduga Maharaja, yang naik takhta pada tahun 1482 dan berhasil menyatukan Galuh dan Sunda menjadi satu pemerintahan yang berpusat di Pajajaran.
Dalam pemerintahan Prabu Siliwangi, kesatuan dua kerajaan ini tidak hanya bersifat administratif, melainkan juga kultural, bahkan berhasil memperluas pengaruh hingga ke bekas wilayah Majapahit.
Meskipun dalam beberapa periode Galuh dan Sunda bersatu, keduanya tetap memiliki akar sejarah yang berbeda dan tidak dapat dikatakan sebagai kerajaan yang sama sejak awal.
Kerajaan Galuh lebih tua secara struktur dan memiliki corak pemerintahan mandiri sebelum akhirnya menjadi bagian dari entitas yang lebih besar di bawah Pajajaran.
Sementara itu, Pajajaran hanyalah nama ibu kota yang kemudian dikenal luas dan akhirnya menjadi identitas utama kerajaan bersatu di bawah Prabu Siliwangi.
Penyatuan antara Kerajaan Galuh dan Pajajaran memang sempat terjadi dalam sejarah panjang wilayah Sunda, namun keduanya tetap bukan kerajaan yang sama sejak awal berdirinya.
Oleh sebab itu, memahami apakah Kerajaan Galuh dan Pajajaran sama memerlukan pembacaan cermat terhadap perubahan politik dan geografis yang terjadi selama berabad-abad. (Suci)
Baca Juga: 5 Peristiwa Penting Kerajaan Majapahit yang Menarik untuk Diketahui
