Apakah Wayang Suket Dibuat dengan Teknik Ukiran? Ini Caranya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Wayang suket adalah jenis wayang tiruan dari wayang kulit yang pembuatannya dari rumput. Lalu, apakah wayang suket dibuat dengan teknik ukiran? Pembuatan wayang suket dilakukan dengan mengumpulkan rumput, lalu dirangkai agar terbentuk menyerupai wayang.
Suswandari dalam Eksistensi Wayang Suket sebagai Identitas Budaya Kota Satria menyampaikan bahwa wayang suket adalah jenis wayang yang dibuat atas inspirasi dari wayang kulit.
Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai apakah wayang suket dibuat dengan teknik ukiran, simak cara pembuatannya berikut ini.
Apakah Wayang Suket Dibuat dengan Teknik Ukiran?
Sebagaimana penjelasan sebelumnya, wayang suket adalah wayang tiduran dari sejumlah jenis wayang kulit, tetapi pembuatannya dari rumput. Lalu, apakah wayang suket dibuat dengan teknik ukiran? Wayang suket dibuat dari rumput, sehingga menggunakan teknik merangkai dan melipat agar bisa terbentuk sebagaimana wayang kulit.
Apabila dibandingkan dengan wayang kulit, wayang suket tidak dapat bertahan lama. Hal itu karena bahan pembuatannya berasal dari rerumputan yang relatif mudah rusak.
Adapun tokoh yang pertama kali mengangkat wayang suket untuk ditampilkan dalam pertunjukan adalah Slamet Gundono, seorang seniman yang berasal dari Tegal, Jawa Tengah.
Sebelum wayang suket terjun ke pertunjukan masyarakat, jenis wayang yang berasal dari rerumputan ini termasuk sebagai mainan anak-anak yang biasanya dibuat ketika sedang di ladang.
Cara Membuat Wayang Suket
Seperti namanya, wayang suket terbuat dari suket atau rumput. Proses pembuatan wayang suket ini mempunyai nilai filosofis tersendiri. Adapun cara membuat wayang suket adalah:
Menggunakan rumput berjumlah 3 sebagai bahan dasarnya. Hal ini menggambarkan hati, ucapan, dan perilaku.
Setiap rumput ini harus mempunyai panjang sama, yaitu 1 meter atau setara dengan 100 jari. Angka tersebut menggambarkan jumlah penanggalan Jawa, kehidupan manusia, serta proses penciptaannya.
Setelah itu, 3 rumput ini dilipat tengah sampai berukuran sama, lalu dipotong agar menjadi enam bagian.
Apabila sudah dipotong, maka rumput ini akan dianyam mulai dari hidung, mata, kepala, lalu rambut. Penganyaman ini akan dilanjutkan ke bagian pundak, lengan, dada, dan perut.
Jika sudah, penganyaman dilanjut ke bagian bawah, mulai dari pinggang, paha, betis bercelana, dan kaki.
Itulah penjelasan mengenai apakah wayang suket dibuat dengan teknik ukiran atau tidak. [ENF]
