Arti Organisasi Budi Utomo yang Jarang Diketahui

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Banyak orang mungkin belum mengetahui arti Organisasi Budi Utomo yang ternyata berasal dari bahasa Sansekerta dan memiliki makna filosofis yang dalam.
Simak arti Organisasi Budi Utomo dan berbagai fakta menarik tentang pemberian nama tersebut melalui artikel di bawah ini.
Arti Organisasi Budi Utomo
Dalam buku Boedi Oetomo yang ditulis oleh Gamal Komandoko menjelaskan bahwa organisasi tersebut berdiri atas peranan berbagai tokoh muda STOVIA.
Beberapa nama tersebut, antara lain Soetomo, Goenawan Mangoenkoesoemo, Soewarno, Goembreg, Mohammad Saleh, dan Soelaeman.
Dalam sebuah pertemuan antara beberapa tokoh muda tersebut, Soetomo berucap pada Wahidin Soedirohoesodo, "Punika satunggaling padamelan saé sarta nélakaken budi utami".
Celetukan Soetomo yang terakhir yakni budi utami, kemudian menjadi inspirasi bagi Soeradji mengenai pemberian nama organisasi yang memang hendak mereka dirikan.
Berdasar asal katanya, kata budi berasal dari kata dalam bahasa Sanskerta, yaitu bodhi atau buddhi yang berarti keterbukaan jiwa, pikiran, kesadaran, akal, atau pengadilan.
Kata tersebut juga berarti daya untuk membentuk dan menjunjung konsep dan ide-ide umum. Dalam bahasa Jawa sendiri, kata budi memiliki arti yang tidak kalah penting.
Sedangkan kata utomo juga berasal dari bahasa Sanskerta, yaitu uttama yang berarti tingkat pertama atau sangat baik. Kata utomo dalam bahasa Jawa juga berarti kebajikan dan kesempurnaan dalam arti umum.
Budi Utomo sendiri dapat diartikan sebagai Usaha Bagus atau Usaha Mulia. Kerap pula diartikan sebagai Usaha Murni (pure endeavor) atau Usaha Tinggi (high endeavor).
Tujuan dari berdirinya Organisasi Budi Utomo seperti yang disebutkan Soewarno dalam De Locomotief terbitan 24 Juli 1908, adalah untuk meringankan beban perjuangan hidup bangsa Jawa.
Usaha ini dilakukan melalui perkembangan yang harmonis dan kerohanian, meski dengan titik tolak utama pada pendidikan, terutama pendidikan untuk kaum priyayi rendahan seperti mereka.
Tujuan jangka dekat Budi Utomo pada waktu itu adalah memberikan perhatian utama pada unsur pribumi dalam masyarakat Jawa, dengan harapan organisasi tumbuh menjadi perhimpunan yang lebih universal di kemudian hari.
Demikian adalah pembahasan tentang arti Organisasi Budi Utomo dan berbagai fakta menarik yang meliputinya. (SP)
