Asal Ular Tangga, Permainan Seru yang Menguji Kesabaran

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ular tangga merupakan permainan papan yang menggunakan pion, dadu, dan wadah pengocok dadu. Asal ular tangga bermula dari India Kuno, tepatnya sekitar abad ke-2 SM.
Sosok yang mengembangkan permainan tersebut adalah seorang pemuka agama Hindu, yaitu Gyandev. Tujuan Gyandev mengembangkan ular tangga adalah mengajarkan anak-anak mengenai penghargaan.
Asal Ular Tangga, Permainan Seru yang Pakai Dadu
Setiap orang Indonesia tentu pernah mendengar tentang permainan ular tangga. Bukan hanya mendengar, banyak orang Indonesia bahkan pernah memainkannya bersama teman atau keluarga.
Walaupun banyak orang Indonesia yang mengenal ular tangga, faktanya asal ular tangga bukan dari Indonesia. Asal permainan seru yang menguji keberuntungan dan kesabaran itu adalah India Kuno.
Permainan tersebut muncul sekitar abad ke-2 SM. Mengutip dari buku Ultrang dan Numerasi Siswa, Yudiana, dkk. (2024: 7), ular tangga dikembangkan oleh pemuka agama Hindu, yaitu Gyandev untuk mengajarkan anak-anak mengenai penghargaan.
Kata “ular” dan “tangga” dalam permainan ular tangga ternyata mempunyai makna tersendiri. Mengutip dari buku yang sama, Yudiana, dkk. (2024: 7), berikut adalah makna ular dan tangga:
Ular merepresentasikan keputusan yang buruk dan jahat.
Tangga melambangkan keputusan yang bermoral dan baik.
Kenyataannya, makna ular dan tangga itu terlihat jelas dalam aturan permainan. Aturan tersebut adalah pion harus turun ke kepala ular ketika menginjak buntut ular.
Namun, ketika menginjak tangga, pion justru boleh bahkan harus naik. Semakin sering menginjak tangga, pion akan lekas mencapai garis final dan pemain dapat menang.
Cara Main Ular Tangga
Ular tangga termasuk jenis permainan seru karena menguji keberuntungan serta kesabaran dari setiap pemain. Hal itu terjadi karena naik atau turunnya pion ular tangga tergantung dari hasil kocokan dadu dan tempat pion berdiri.
Jika pion ada di tangga, pion dapat naik dan lekas mencapai garis final. Namun, pion justru harus turun ketika menginjak buntut atau ekor ular.
Berikut adalah tata cara main ular tangga agar dapat memahami konsep permainan secara lebih jelas:
Tentukan jumlah pemain, sebaiknya menyesuaikan dengan jumlah pion. Jika ada empat pion, artinya pemain dapat berjumlah dua, tiga, atau empat.
Setelah itu, tentukan giliran mengocok dadu serta kesepakatan tentang hasil kocokan. Misalnya, jika jumlah mata dadu 12, pemain dapat mengocok sebanyak dua kali tanpa jeda.
Kocok dadu secara berurutan dari pemain 1, 2, 3, dan seterusnya.
Pindahkan pion sesuai dengan jumlah mata dadu yang muncul.
Jika menginjak tangga, pemain harus membawa pionnya ke atas. Jika menginjak ular, pemain harus membawa pionnya ke bawah.
Pemenangnya adalah pemain yang pionnya paling awal mencapai garis final.
Jadi, asal ular tangga bermula dari India Kuno, sekitar abad ke-2 SM. Permainan tersebut termasuk seru karena dapat dimainkan oleh banyak orang dan termasuk menguji kesabaran karena kemenangan bergantung dari hasil kocokan dadu dan posisi pion. (AA)
