Konten dari Pengguna

Asal-usul Kentang yang Jarang Diketahui

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Asal-usul Kentang yang Jarang Diketahui, Foto: Pixabay/Couleur
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Asal-usul Kentang yang Jarang Diketahui, Foto: Pixabay/Couleur

Menelusuri asal-usul kentang membuka wawasan tentang perjalanan panjang bahan makanan ini dari masa lampau hingga menjadi konsumsi sehari-hari di seluruh dunia.

Perjalanannya membuktikan bagaimana satu tanaman bisa menghubungkan berbagai budaya.

Asal-usul Kentang

Ilustrasi Asal-usul Kentang yang Jarang Diketahui, Foto: Pixabay/Tho-Ge

Mengutip dari situs agribisnis.uma.ac.id, kentang (Solanum tuberosum) pertama kali ditemukan dan dibudidayakan oleh suku Indian di daerah Pegunungan Andes, Amerika Selatan, ribuan tahun yang lalu.

Tanaman Kentang ini telah menjadi makanan pokok penting bagi masyarakat asli seperti bangsa Inka di Peru dan Bolivia. Kentang termasuk dalam famili Solanaceae termasuk tomat dan cabai.

Batang tanaman kentang tumbuh tegak dengan daun menyirip dan bagian paling dikenal adalah umbinya yang tumbuh di bawah tanah. Varietas kentang memiliki beragam ukuran, bentuk, dan warna umbi tergantung jenisnya.

Kentang mulai dikenal luas oleh dunia luar setelah dibawa ke Eropa oleh para penjelajah Spanyol pada abad ke-16, khususnya setelah seorang biarawan Spanyol membawa kentang dari Peru.

Setelah tiba di Eropa, kentang pertama kali dibudidayakan secara serius di Spanyol dan kemudian menyebar ke seluruh Eropa melalui berbagai jalur perdagangan dan kolonialisasi.

Kentang pada mulanya dianggap sebagai tanaman aneh yang memiliki bentuk umbi tidak menarik, bahkan sempat dicurigai beracun dan dibenci masyarakat Eropa.

Setelah masa kegagalan panen gandum yang menyebabkan kelaparan, kentang menjadi sumber pangan penting akibat mudah dibudidayakan, tahan terhadap berbagai kondisi iklim, dan harganya yang murah sehingga lambat laun diterima sebagai makanan pokok.

Selain sebagai bahan makanan utama, kentang juga berperan besar dalam rotasi tanaman di bidang pertanian dalam menjaga kesuburan tanah dan mengurangi risiko penyakit tanaman.

Kentang mengandung nutrisi penting seperti karbohidrat, vitamin C, vitamin B6, potasium, dan serat sehingga sangat bernilai gizi.

Sayangnya, budidaya kentang menjadi tantangan di lingkungan karena penggunaan pestisida dan pupuk yang berlebihan dapat mencemari lingkungan dan mengancam keanekaragaman hayati.

Sejarah masuknya kentang ke Indonesia tercatat sekitar tahun 1750, dibawa oleh penjajah Belanda dan mulai dibudidayakan di daerah pegunungan.

Dari sana kentang menjadi salah satu tanaman penting dalam kuliner dan pertanian Indonesia.

Mempelajari asal-usul kentang ini, membuktikan bahwa kentang menyimpan perjalanan panjang dari masa lalu hingga menjadi salah satu bahan pangan penting di dunia. (Fikah)

Baca juga: Asal-Usul Tempe sebagai Makanan Tradisional Indonesia yang Mendunia