Asal-Usul Kota Dumai yang Ada di Riau

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Asal-usul kota Dumai memiliki sejarah yang menarik dan kaya akan perkembangan budaya serta ekonomi.
Terletak di pesisir timur Provinsi Riau, Dumai awalnya merupakan sebuah wilayah kecil yang tumbuh pesat seiring dengan berkembangnya perdagangan dan industri kelapa sawit serta minyak bumi.
Asal-Usul Kota Dumai yang Ada di Riau
Asal-usul kota Dumai bermula dari sebuah legenda yang kaya akan nilai sejarah dan budaya, yang menceritakan tentang kerajaan.
Dikutip dari buku 88 Cerita Terbaik Asal-Usul Nama Daerah oleh Marina Asril Reza (2013:65) pada zaman dahulu di daerah Dumai terdapat sebuah kerajaan bernama Kerajaan Seri Bunga Tanjung yang dipimpin oleh seorang ratu bernama Cik Sima.
Ratu tersebut memiliki tujuh putri yang sangat cantik, dengan putri bungsu bernama Mayang Sari yang paling menawan.
Suatu ketika, saat ketujuh putri mandi di Lubuk Sarang Umai tidak menyadari bahwa seorang pangeran bernama Empang Kuala sedang mengamati.
Pangeran itu langsung terpikat oleh kecantikan Mayang Sari dan dengan takjub mengucapkan kata “Dumai… Dumai.”
Karena terpesona oleh kecantikan Mayang Sari, Pangeran Empang Kuala kemudian mengirim utusan untuk melamar putri tersebut.
Namun, Cik Sima menolak lamaran itu secara halus sesuai dengan tradisi yang menyatakan bahwa putri bungsu hanya boleh menikah setelah kakak-kakaknya menikah terlebih dahulu.
Merasa kecewa dan tersinggung, Pangeran Empang Kuala pun memimpin pasukannya menyerang kerajaan tersebut.
Untuk melindungi putri-putrinya, Cik Sima menyembunyikannya di dalam lubang yang tertutup tanah dan pepohonan di hutan, serta menyediakan bekal makanan selama tiga bulan, sebelum kembali memimpin perlawanan.
Perang yang berlangsung selama berbulan-bulan itu membuat Cik Sima mulai terdesak, sehingga ia memohon bantuan kepada seorang jin yang tinggal di Bukit Hulu Sungai Umai.
Pada malam hari, ribuan buah bakau jatuh menghantam pasukan musuh, melukai Pangeran Empang Kuala dan melemahkan tentaranya.
Melihat keadaan ini, utusan Cik Sima datang untuk menawarkan gencatan senjata, dan Pangeran Empang Kuala yang menyadari dirinya sebagai pihak yang memulai konflik akhirnya mundur.
Setelah pertempuran usai, Cik Sima kembali untuk menemui putri-putrinya.
Namun, ia sangat sedih karena menemukan bahwa ketujuh putrinya telah meninggal dunia akibat kelaparan, karena bekal yang disiapkan tidak cukup untuk menghadapi perang yang berkepanjangan.
Kesedihan yang mendalam membuat Cik Sima jatuh sakit dan meninggal dunia. Dari kisah tragis inilah nama kota Dumai di Riau diambil, yang berasal dari ucapan Pangeran Empang Kuala saat pertama kali melihat kecantikan Putri Mayang Sari.
Asal-usul kota Dumai bukan hanya sekadar cerita sejarah, tetapi juga menggambarkan nilai-nilai keberanian, pengorbanan, dan kesetiaan keluarga yang melekat kuat dalam budaya masyarakat setempat.
Kisah tragis namun penuh makna ini menjadi warisan yang terus dikenang dan menghiasi identitas kota Dumai hingga kini. (shr)
Baca juga: Kerajaan Khmer: Sejarah, Pendiri, Masa Kejayaan, dan Masa Keruntuhannya
