Konten dari Pengguna

Asal-usul Lada, Benarkah dari Malabar?

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

asal-usul lada, Pexels/Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
asal-usul lada, Pexels/Pixabay

Meski sudah menjadi jiwanya makanan Indonesia, tetapi belum banyak yang tahu asal-usul lada. Padahal, lada merupakan tanaman rempah-rempah yang telah dibudidayakan sejak lama dan telah diperjualbelikan selama ribuan tahun.

Dikutip dari buku Menakar Pasar Lada: Hitam Putih dalam Perdagangan, Reza Lukiawan, (2020:84), dijelaskan bahwa permintaan konsumen atas lada Indonesia cukup tinggi karena cita rasa dan aroma yang dimilikinya begitu khas.

Disebut-sebut konsumen dunia paling suka dengan lada putih Muntok dan lada hitam Lampung. Pertanyaannya, sebenarnya bagaimana asal-usul dari lada? Simak ulasan selengkapnya di sini.

Asal-usul Lada

asal-usul lada, Pexels/Diana

Asal-usul lada berasal dari pesisir Malabar, India Selatan. Lada Malabar merupakan jenis lada hitamdari bibit yang tumbuh di wilayah tersebut.

Perkembangannya di Indonesia dibawa oleh pedagang Arab dan India serta kaum Hindu yang bermigrasi dari India ke Indonesia pada 100 SM.

Lada berasal dari tanaman lada yang disebut Peper nigra yang buahnya berbentuk bulat berukuran kecil. Lada hitam yang dikeringkan dan digiling merupakan salah satu rempah paling umum dalam masakan Barat.

Mengingat lada merupakan rempah-rempah yang sudah lama tumbuh, tanaman ini memiliki peran tersendiri di masa lalu, berikut penjelasannya:

  • Lada menjadi salah satu komoditas utama dalam perdagangan rempah-rempah di Abad Pertengahan.

  • Lada digunakan sebagai alat tukar dan pembayaran pajak.

  • Perdagangan lada memainkan peran penting dalam perkembangan ekonomi global.

Di pasaran, setidaknya ada berbagai jenis lada yang diperjual-belikan, mulai dari lada hitam, lada putih, lada hijau, lada yang dipanen sebelum matang, dan lada merah.

Bukan hanya sebagai penambah rasa nikmat masakan, tenryata lada juga memiliki berbagai manfaat. Beberapa di antaranya yaitu sebagai berikut:

  • Antiinflamasi dan antibakteri

  • Meningkatkan penyerapan nutrisi dan produksi enzim pencernaan

  • Mengandung antioksidan yang dapat membantu melawan radikal bebas

  • Mengandung senyawa antiradang yang membantu meredakan nyeri sekaligus peradangan

  • Terdapat senyawa piperin yang mampu meningkatkan fungsi kognitif dan melindungi otak dari gangguan neurodegeneratif

Itulah penjelasan mengenai asal-usul lada beserta manfaat baiknya yang masih jarang orang ketahui.

Baca juga: Asal-usul Es Cendol yang Populer di Indonesia