Konten dari Pengguna

Asal-usul Marga Gultom beserta Tradisi Uniknya

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Marga Gultom. Foto: Pexels/ Mad Skillz.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Marga Gultom. Foto: Pexels/ Mad Skillz.

Marga Gultom sering kali menjadi topik menarik seputar budaya, nilai kehidupan, dan peran keluarga dalam masyarakat Batak. Nama ini membawa kesan kuat tentang identitas, keterikatan, serta warisan yang dijaga dengan penuh rasa hormat.

Mengutip dari digilib.unimed.ac.id, masyarakat Batak adalah salah satu masyarakat yang secara kontinu mempertahankan kelestariannya mengikuti garis keturunan bapak (patrilineal). Setiap anggota masyarakatnya secara sadar mengikuti marganya turun temurun.

Marga Gultom merupakan salah satu marga yang ada pada suku Batak Toba. Toga Gultom merupakan keturunan dari Si Raja Sonan. Toga Gultom memiliki Empat orang anak yakni, Hutahatoruan (Tujuan Laut), Hutapea, Hutabagot dan Hutabalian.

Marga Gultom

Ilustrasi Marga Gultom. Foto: Pexels/ Amirul Hafis Badrulhisham.

Marga Gultom merupakan salah satu marga dalam kelompok Batak Toba yang memiliki sejarah panjang dan penuh makna.

Mengutip dari ebatak.com, marga Gultom berasal dari wilayah Onan Runggu, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, yang digunakan oleh etnis Batak dari suku Toba.

Marga Gultom adalah marga yang diwariskan oleh Toga Gultom, generasi ke-10 dari Si Raja Batak. Marga Gultom merupakan turunan dari marga Pandiangan. Hubungan kekerabatan yang terjalin dai marga Gultom ini sangat kuat.

Hubungan itu baik di antara sesama Gultom maupun dengan marga serumpun Raja Lontung (Samosir dan Pardosi), serta dengan marga yang memiliki ikatan boru (pihak perempuan yang dinikahi oleh laki-laki Gultom) atau hula-hula (pihak marga ibu dari laki-laki Gultom).

Dalam konteks upacara adat, seperti pernikahan (ulaon unjuk) atau kematian (ulaon saur matua), peran masing-masing anggota keluarga dan marga sangatlah jelas.

Marga Gultom, sebagai hasuhuton (tuan rumah/pihak penyelenggara pesta), akan berinteraksi erat dengan hula-hula, boru, dan dongan tubu (sesama marga Gultom) untuk memastikan kelancaran upacara sesuai adat.

Marga Gultom memiliki hubungan yang erat dengan berbagai tradisi adat yang masih dijalankan hingga kini. Keterlibatan dalam acara budaya, dan peran penting dalam struktur sosial menunjukkan bagaimana nilai-nilai lama tetap dijaga dengan penuh kebanggaan.

Marga Gultom menjadi contoh bagaimana warisan leluhur tetap dapat hidup berdampingan dengan perkembangan zaman hingga saat ini.

Baca juga: Apakah Marga Bisa Diganti? Ini Proses dan Syarat yang Harus Dipenuhi