Konten dari Pengguna

Asal-usul Tempe dan Cara Praktis untuk Membuatnya

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Asal-usul Tempe. Pexels/Ella Olsson
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Asal-usul Tempe. Pexels/Ella Olsson

Asal-usul tempe merupakan bagian penting dari kuliner Indonesia yang telah diakui di kancah internasional. Tempe adalah produk fermentasi kedelai yang kaya akan protein, seringkali dianggap sebagai sumber protein nabati yang sangat baik.

Berdasarkan buku Tempe: Makanan Fermentasi Khas Indonesia, Dewi Rahayu, 2019:12, tempe diperkirakan berasal dari Jawa, Indonesia, sekitar 2000 tahun yang lalu.

Proses fermentasi ini tidak hanya meningkatkan nilai gizi kedelai tetapi juga memberikan cita rasa yang unik dan khas, menjadikannya makanan favorit di berbagai kalangan masyarakat.

Sejarah Tempe dan Perkembangannya

Ilustrasi Asal-usul Tempe. Pixabay

Asal-usul tempe tidak terlepas dari tradisi masyarakat Jawa dalam mengolah kedelai. Sejarah tempe pertama kali dikenal sebagai makanan yang sehat dan bergizi, menjadi bagian dari pola makan masyarakat setempat.

Tempe mulai menyebar ke berbagai daerah di Indonesia dan bahkan luar negeri, terutama setelah diperkenalkan oleh pedagang dan imigran ke Belanda, Jepang, dan negara lainnya.

Selama masa kolonial, tempe menjadi makanan yang sangat digemari, terutama saat terjadi kesulitan pangan.

Kini, tempe tidak hanya populer di Indonesia tetapi juga di berbagai belahan dunia, karena manfaat kesehatan yang dimilikinya, seperti meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan kesehatan pencernaan.

Cara Praktis untuk Membuat Tempe

Ilustrasi Asal-usul Tempe. Pixabay

Membuat tempe sendiri di rumah sangatlah mudah dan praktis. Langkah pertama dalam cara membuat tempe adalah menyiapkan bahan-bahan. Kedelai yang digunakan harus dicuci bersih dan direndam dalam air selama 8-12 jam.

Setelah direndam, kedelai direbus hingga empuk dan kemudian ditiriskan.

Dikutip dari buku Kreasi Olahan Kedelai, Eko Prasetyo, 2020:45, dijelaskan bahwa langkah selanjutnya adalah menambahkan ragi tempe ke kedelai yang telah direbus. Ragi ini akan memicu proses fermentasi.

Campurkan ragi dengan merata, lalu masukkan kedelai ke dalam wadah yang tertutup, seperti daun pisang atau plastik berlubang, untuk proses fermentasi selama 24-48 jam pada suhu ruang.

Setelah proses fermentasi selesai, tempe akan terlihat padat dan berwarna putih. Tempe ini bisa langsung digunakan dalam berbagai masakan, seperti digoreng, direbus, atau dicampur dengan sayuran.

Asal-usul tempe yang kaya akan sejarah menjadikannya tidak hanya sebagai makanan, tetapi juga sebagai simbol budaya Indonesia. Dengan cara praktis membuat tempe di rumah, siapa saja bisa menikmati kelezatan dan manfaatnya.

Proses pembuatan yang sederhana dan bahan yang mudah didapat menjadikan tempe pilihan ideal untuk menambah variasi dalam menu makanan sehari-hari.

Dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya makanan sehat, tempe terus mendapatkan tempat di hati masyarakat, baik di Indonesia maupun di mancanegara. (Anggie)

Baca Juga: Sejarah Tempe, Makanan Tradisional yang Masih Populer