Aturan: Pengertian, Fungsi, dan Contohnya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengertian aturan adalah hal yang perlu ditaati dan dijalankan untuk menciptakan keteraturan dan ketertiban di dalam masyarakat. Wujud dari aturan sendiri bisa tertulis atau tidak tertulis.
Sebenarnya, apa fungsi dan tujuan dari sebuah peraturan? Bagaimana contohnya di kehidupan nyata masyarakat? Untuk penjelasan lebih lengkap, simak di bawah ini.
Pengertian dan Fungsi Aturan
Aturan merupakan sebuah ketentuan yang perlu ditaati dan dijalankan oleh setiap masyarakat agar keteraturan dan ketertiban dunia dapat berjalan dengan baik dan sesuai fungsinya.
Sementara, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, aturan adalah hasil perbuatan mengatur, tindakan yang harus dijalankan, ketertiban, ketentuan, patokan, serta petunjuk yang telah ditetapkan.
Jadi, jika dilihat dari pengertiannya, aturan berfungsi sebagai pengatur kehidupan masyarakat guna menciptakan ketertiban dan keteraturan yang sesuai dengan nilai dan norma sosial.
Aturan sendiri terbagi menjadi dua jenis, yakni tertulis dan tidak tertulis. Umumnya, aturan tertulis sangat mengikat sehingga seseorang yang melanggarnya akan terkena sanksi tegas.
Sedangkan, aturan tidak tertulis biasanya tidak diuraikan secara eksplisit dalam sebuah dokumen. Jika melanggar peraturan tidak tertulis, seseorang tidak akan mendapatkan sanksi yang terlalu berat.
Akan tetapi, dalam sebuah aturan, sanksi yang diberikan tidak selalu berhubungan dengan hukum pidana. Pasalnya, bisa juga sanksi yang diberikan berupa denda atau dikucilkan oleh masyarakat.
Contoh Aturan
Aturan biasanya terikat dengan tempat aturan itu dibuat. Misalnya, aturan yang ada di rumah berbeda dengan aturan yang ada di sekolah atau tempat umum. Jadi, setiap orang perlu beradaptasi dengan cepat.
Lalu, apa saja contoh dari aturan? Berikut ini penjelasannnya.
1. Aturan di Sekolah
Contoh aturan di sekolah adalah:
Hadir di sekolah paling lambat sepuluh menit sebelum bel berbunyi.
Bel pelajaran dibunyikan pukul 07:00.
Melaksanakan tugas piket dengan penuh tanggung jawab.
Wajib membuat surat izin ketika tidak masuk sekolah.
Tidak boleh meninggalkan sekolah tanpa izin dari guru.
Wajib menjaga ketertiban dan ketenangan di kelas.
Siswa dilarang memakai perhiasan dan membawa barang berharga ke sekolah.
Siswa harus menghormati kepala sekolah, bapak/ibu guru, pegawai tata usaha, dan penjaga sekolah.
2. Aturan di Rumah
Contoh aturan di rumah adalah:
Tidak berbicara kasar atau dengan nada tinggi dengan orang yang lebih tua.
Mengembalikan barang ke tempat semula setelah menggunakannya.
Membereskan sesuatu yang berantakan agar rapi kembali.
Pamit sebelum keluar dari rumah.
Mengetuk pintu sebelum masuk ke kamar anggota keluarga yang lain.
