Konten dari Pengguna

Awal Tradisi Penulisan Sejarah Kolonial di Indonesia dan Perkembangannya

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi awal tradisi penulisan sejarah kolonial di indonesia, foto: unsplash/Roman Kraft
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi awal tradisi penulisan sejarah kolonial di indonesia, foto: unsplash/Roman Kraft

Historiografi Indonesia atau tradisi penulisan sejarah Indonesia sudah dimulai sejak zaman Hindu-Buddha. Sebelum kedatangan Belanda, sejarah ditulis dalam bentuk naskah tradisional, seperti babad dan wawacan yang disebut historiografi tradisional.

Ketika penjajahan Belanda dimulai, muncul historiografi kolonial atau tradisi penulisan sejarah kolonial. Setelah Indonesia merdeka, penulisan sejarah beralih menjadi sejarah nasional yang dikenal sebagai historiografi modern.

Awal Tradisi Penulisan Sejarah Kolonial di Indonesia dan Perkembangannya

Ilustrasi awal tradisi penulisan sejarah kolonial di indonesia, foto: unsplash/Andrew Neel

Awal tradisi penulisan sejarah kolonial di Indonesia telah dimulai sejak kapan? Ini muncul pada masa kekuasaan kolonial Belanda.

Mengutip Journal Of History And History Education, Nurhuda & Syaputri (2022:192-200) sejak zaman VOC hingga masa pemerintahan Hindia Belanda yang berakhir dengan datangnya tentara Jepang.

Dalam historiografi kolonial, Belanda selalu ditempatkan sebagai tokoh utama. Penulisan sejarah pada masa ini cenderung berpusat pada perspektif Barat atau Eropa yang dikenal sebagai Euro-sentrisme, atau Belanda-sentrisme (Neerland Sentrisme).

Tradisi penulisan sejarah kolonial ini menonjolkan peran Belanda dan menekankan aspek politik, ekonomi, dan kelembagaan, mencerminkan dominasi kolonial.

Pada masa sejarah kolonial sering kali memitoskan peran dominan Belanda, seperti menggambarkan perang kolonial sebagai upaya untuk menguasai wilayah di Indonesia.

Meskipun demikian, setelah Indonesia merdeka, historiografi kolonial tetap memiliki nilai karena memuat data penting yang dapat digunakan dalam penulisan sejarah Indonesia.

Sejarah Indonesia selama masa penjajahan, belum ditulis secara komprehensif dan masih harus dirangkai dari berbagai sumber sejarah kolonial.

Mengutip dari Journal Of History And History Education, Nurhuda & Syaputri (2022:192-200) usaha untuk menggabungkan sejarah Indonesia dan kolonial telah dilakukan oleh de Graaf, yang menyajikan penulisan sejarah dalam beberapa periode antara lain

  1. Indonesia dan Asia Tenggara (sampai 1650)

  2. Keberadaan bangsa Barat di Indonesia (1511-1800)

  3. Indonesia selama masa VOC (1600-1800)

  4. VOC di luar Indonesia

  5. Indonesia pada masa Hindia Belanda (sejak 1800)

Itu tadi mengenai awal tradisi penulisan sejarah kolonial di Indonesia dan perkembangannya. Sejarah colonial ini memiliki nilai tersendiri dalam perjalanan sejarah Indonesia hingga kini.

Baca juga: Bapak Sejarah Indonesia: Biografi dan Perjalanan Hidupnya