Konten dari Pengguna

Bagaimana Perlakuan Jepang Terhadap Indonesia? Ini Kebijakannya

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi bagaimana perlakuan Jepang terhadap Indonesia. Sumber: Wendelin Jacober/pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bagaimana perlakuan Jepang terhadap Indonesia. Sumber: Wendelin Jacober/pexels.com

Jepang adalah salah satu bangsa yang menjajah Indonesia sebelum proklamasi kemerdekaan. Bagaimana perluakuan Jepang terhadap Indonesia? Selama penjajahan, bangsa Jepang memperlakukan rakyat Indonesia secara kejam.

Yoesoef dalam Drama di Masa Pendudukan Jepang (1942-1945): Sebuah Catatan Tentang Manusia Indonesia di Zaman Perang menyampaikan bahwa pada masa kependudukan Jepang, rakyat Indonesia mengalami penderitaan karena perlakuan yang kejam.

Untuk mengetahui informasi penting lainnya dalam bacaan ini, simak kebijakan pemerintahan Jepang pada masa penjajahan.

Bagaimana Perlakuan Jepang Terhadap Indonesia?

Ilustrasi bagaimana perlakuan Jepang terhadap Indonesia. Sumber: Tom Fisk/pexels.com

Jepang adalah negara yang menjajah Indonesia selama kurang lebih 3,5 tahun, mulai tahun 1942 sampai 1945. Bagaimana perlakuan Jepang terhadap Indonesia? Bangsa Jepang memperlakukan rakyat Indonesia dengan penuh kekejaman, sehingga membuat masyarakat Indonesia menderita.

Pada awalnya, bangsa Indonesia menyambut hangat kedatangan bangsa Jepang karena mengaku sebagai saudara jauh Indonesia dan menjanjikan kemerdekaan. Namun, akhirnya juga bangsa Jepang melakukan berbagai kebijakan yang menyengsarakan masyarakat. Adapun sejumlah kebijakan Jepang pada masa penjajahan adalah.

1. Penerapan Romusha

Salah satu kebijakan Jepang pada masa penjajahan di Indonesia adalah penerapan romusha atau kerja paksa pada zaman Jepang. Pimpinan Jepang memaksa rakyat Indonesia, khususnya para petani untuk melakukan berbagai pekerjaan yang membuatnya menderita.

Perekrutannya juga dilakukan secara paksa, yakni setiap kepala keluarga harus memberikan perwakilan satu laki-laki berusia produktif untuk menjadi romusha. Sering kali keluarga harus merelakan anggota keluarganya yang tiba-tiba tidak pulang ke rumah.

2. Pembangunan Penjara Tidak Manusiawi

Kebijakan Jepang pada masa penjajahan di Indonesia selanjutnya adalah pembangunan penjara yang tidak manusiawi dan cenderung tanpa ampun. Misalnya adalah penjara bawah tanah Lawang Sewu, Semarang.

Awalnya, bangunan ini adalah peninggalan Belanda yang digunakan sebagai kantor kereta api, kemudian difungsikan menjadi penjara di masa kependudukan Jepang. Penjara ini ada yang bentuknya jongkok dan berdiri, lalu para tahanan diminta masuk ke dalamnya.

3. Melakukan Penyiksaan

Kebijakan pada masa penjajahan Jepang selanjutnya adalah melakukan penyiksaan kepada rakyat maupun tahanan. Para tahanan banyak dibiarkan mati kelaparan dan sipir juga sengaja tidak memberikan makan. Apabila diberi, biasanya makanannya juga tidak manusiawi.

Demikian penjelasan mengenai bagaimana perlakuan Jepang terhadap Indonesia di masa penjajahan. [ENF]