Budaya Politik Parokial beserta Ciri-Cirinya yang Menarik Diketahui

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Budaya politik parokial, yaitu budaya politik yang tingkat partisipasi politiknya sangat rendah. Budaya politik ini dapat ditemukan pada negara dengan masyarakat yang sederhana dan cenderung tradisional.
Adanya budaya politik parokial dalam suatu negara dapat diketahui dari beberapa cirinya. Salah satu ciri dari budaya politik parokial adalah tidak adanya peran politik dalam masyarakat.
Mengenal Budaya Politik Parokial
Mengutip buku berjudul Perilaku Politik yang disusun oleh Thomas Tokan Pureklolon (2020: 246), budaya politik parokial adalah budaya politik dengan tingkat partisipasi politik yang sangat rendah.
Sifat parokial ini disebabkan karena terbatasnya perbedaan antara warga negara sehingga tidak terdapat peranan politik yang bersifat khas dan berdiri sendiri.
Menurut Mohtar Mas’oed dan Collin Mc. Andrew, budaya politik parokial adalah masyarakat yang tidak mengetahui sama sekali adanya pemerintahan dan politik.
Pada budaya politik ini, anggota masyarakat cenderung tidak berminat terhadap objek-objek politik yang luas, kecuali dalam batas tertentu, yaitu di tempat tinggal sekitarnya.
Ciri-Ciri Budaya Politik Parokial
Budaya politik parokial memiliki beberapa ciri khas. Berikut ciri-ciri budaya politik parokial:
Apatis.
Lingkungan hidupnya sempit dan kecil.
Pengetahuan politik yang relatif rendah.
Kehidupan masyarakat yang termasuk sederhana dan tradisional.
Adanya ketidakpedulian dan juga penarikan diri dari kehidupan politik.
Anggota masyarakat cenderung tidak berminat terhadap objek politik yang luas.
Kesadaran tentang adanya pusat kewenangan dan kekuasaan dalam masyarakat relatif rendah.
Tidak adanya peranan politik yang bersifat khusus.
Warga negara tidak sering terlibat dalam sistem politik yang ada di dalam suatu negara.
Masyarakat dalam Budaya Politik Parokial
Sesuai dengan pemaparan di atas, dapat diketahui bahwa budaya politik parokial umumnya ditemukan di negara-negara dengan masyarakat yang memiliki pandangan budaya politik dengan kognitif yang rendah. Hal ini disebabkan oleh pandangan masyarakat terhadap politik itu sendiri.
Hal tersebut selaras dengan yang dijelaskan dalam buku berjudul Partisipasi Politik Masyarakat: Teori dan Praktik yang disusun oleh Rahmawati Halim, dkk. (2016: 2).
Dikutip dari buku tersebut, struktur tradisi masyarakat yang sederhana ini tidak ditemukan adanya peran dan fungsi atau partisipasi masyarakat dalam politik. Hal tersebut karena harapan masyarakat rendah terkait dampak politik dalam struktur masyarakat.
Pemikiran yang berkembang dalam masyarakat yang memiliki budaya politik parokial adalah setiap anggota masyarakat lebih memikirkan bagaimana memenuhi tuntutan kebutuhan dan kepentingan individu keluarganya.
Mereka juga cenderung menerima apa saja yang terjadi dalam sistem politik dengan menafikan sesuatu yang dapat memengaruhi pandangan terhadap keluarganya.
Sekian pembahasan tentang budaya politik parokial dan ciri-cirinya. Semoga bermanfaat untuk menambah wawasan tentang budaya politik yang dapat terjadi dalam suatu negara. (DAP)
