Cara Bikin Wayang Suket, Wayang Indonesia yang Terbuat dari Rumput

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Wayang suket merupakan salah satu jenis wayang ada di Indonesia. Walaupun termasuk jenis wayang di Indonesia, cara bikin wayang suket berbeda dengan kebanyakan jenis wayang di negeri ini.
Perbedaan tersebut dapat terjadi karena wayang suket tidak terbuat dari kulit hewan atau kayu, melainkan dari rumput. Oleh karena itu, cara membuat wayang suket melibatkan proses menganyam guna membentuk setiap tokoh.
Cara Bikin Wayang Suket
Kebanyakan jenis wayang di Indonesia terbuat dari bahan berupa kulit hewan (sapi atau kerbau) dan kayu. Kondisi itu berbeda dengan wayang suket khas Purbalingga.
Mengutip dari laman Warisan Budaya Takbenda Indonesia, warisanbudaya.kemdikbud.go.id, wayang suket khas Purbalingga dibuat dengan bahan dasar rumput kasuran. Rumput tersebut memiliki bentuk panjang dan relatif lebih kokoh daripada jenis lain.
Rumput tersebut disebut sebagai rumput kasuran karena biasanya hanya tumbuh pada bulan Sura atau Suro dalam kalender Jawa. Mengutip dari laman yang sama, warisanbudaya.kemdikbud.go.id, kasuran sering dilafalkan “Kasuron”.
Bahan baku yang berupa rumput itu membuat cara bikin wayang suket pun berbeda dengan wayang berbahan kulit atau kayu. Berikut adalah urutan cara untuk membuat wayang suket memiliki bahan dasar berupa rumput:
Pilih rumput berukuran besar yang sudah kering.
Ambil satu helai rumput dan lipat menjadi dua bagian.
Kemudian, ambil satu helai lainnya dan masukkan ke lipatan rumput pertama.
Setelah itu, lipat rumput kedua.
Ambil helai ketiga lalu masukkan kembali di lipatan rumput pertama.
Lakukan proses menganyam hingga membentuk bagian kepala, badan, dan tangan.
Jika rumput kurang, bisa disambung dan dikreasikan sesuai kebutuhan pembuatan wayang.
Fungsi Wayang di Indonesia
Wayang suket merupakan jenis boneka tiruan di Indonesia. Secara umum, keberadaan wayang di Indonesia memiliki fungsi layaknya pertunjukan boneka yang mencakup hiburan, kesenian, serta pendidikan.
Mengutip dari buku Jejak-Jejak Permainan Tradisional Indonesia untuk Pembelajaran Kesenian di SD/MI, Tim Pgsd A (2017: 121), berikut adalah beberapa fungsi wayang bagi masyarakat:
Wayang memiliki fungsi sebagai hiburan.
Wayang memiliki fungsi sebagai nilai seni. Wayang mencakup banyak aspek seni, seperti seni ukir, lukis, tari, dan sebagainya.
Wayang memiliki fungsi sebagai pendidikan dan penerangan. Pertunjukan wayang dapat memuat pesan kritik, petuah, nasihat, dan/atau pendidikan.
Demikian menjadi jelas bahwa cara bikin wayang suket adalah dengan menganyam rumput, tepatnya menggunakan rumput kasuran. (AA)
