Cara Melestarikan Kearifan Lokal di Tengah Arus Modernisasi dan Globalisasi

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 1 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Modernisasi dan globalisasi yang terjadi di masyarakat memberikan dampak negatif dan positif, salah satu dampaknya adalah membuat kearifan lokal suatu daerah semakin terkikis. Lantas bagaimana melestarikan kearifan lokal di tengah arus modernisasi dan globalisasi?
Karimatus Saidah, M.Pd, dkk. dalam buku berjudul Nilai-Nilai Kearifan Lokal dan Implementasinya dalam Pendidikan Sekolah Dasar menjelaskan bahwa kearifan lokal adalah sebuah istilah untuk menunjukkan kekhasan yang menjadi pandangan dan cara hidup masyarakat di suatu kawasan tertentu.
Cara Melestarikan Kearifan Lokal
Kearifan lokal telah terbentuk sejak lama dan menjadi bagian dari kebudayaan masyarakat. Banyak faktor yang memengaruhi terbentuknya kearifan lokal suatu daerah, beberapa di antaranya adalah kondisi geografis, nilai religi, dan kondisi sosial masyarakat.
Dr. Patta Rapanna, S.E., M.Si. dalam buku berjudul Membumikan Kearifan Lokal Menuju Kemandirian Ekonomi menjelaskan bahwa sekarang ini keberadaan kearifan lokal semakin terancam kelestariannya terlebih modernisasi dan globalisasi mengakibatkan masyarakat semakin jauh dari kearifan lokal.
Kearifan lokal yang terbentuk sejak lama kini mulai terkikis seiring berkembangnya teknologi. Sebab di sisi lain, diikuti dengan meningkatnya proses adopsi inovasi dan difusi adopsi teknologi. Untuk itulah, kearifan lokal bisa dilestarikan dengan beberapa cara berikut:
Mengikuti kegiatan budaya lokal dan memahami filosofinya. Dengan demikian, generasi muda akan tetap memahami kearifan lokal di daerahnya dan akan mengajarkan kearifan lokal tersebut ke anak cucu mereka.
Melakukan ekspor barang kesenian ke luar negeri. Dengan demikian, kearifan lokal akan tetap terjaga dan dikenal oleh warga negara lain secara luas.
Tidak terpengaruh dengan budaya asing. Era globalisasi membuat budaya asing berdatangan, masyarakat harus bisa memilah mana yang bisa diikuti dan mana yang tidak, sehingga kearifan lokal tetap terjaga dengan baik.
Mendukung dan tidak menghujat tokoh-tokoh kearifan lokal. Masyarakat suatu daerah harus menghargai para tokoh kearifan lokal yang ada. Masyarakat juga harus ikut berpartisipasi dengan para tokoh dalam melestarikan kearifan lokal.
Menggunakan media sosial untuk mengenalkan kearifan lokal ke masyarakat luas. Mengenalkan bisa lewat tulisan, video, maupun foto.
Itulah beberapa cara melestarikan kearifan lokal di tengah arus modernisasi dan globalisasi. Semoga membantu. (eK)
