Konten dari Pengguna

Cara Membaca Peta Kontur dengan Mudah yang Wajib Diketahui

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi cara membaca peta kontur, sumber foto: cottonbro studio by pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cara membaca peta kontur, sumber foto: cottonbro studio by pexels.com

Banyak orang yang masih belum mengetahui cara membaca peta kontur dengan mudah dan tepat. Bahkan tidak semua orang mengetahui arti kontur yang sebenarnya.

Kontur sendiri adalah garis khayal untuk menggambarkan semua titik yang memiliki ketinggian yang sama di atas atau di bawah permukaan. Ini biasanya disebut dengan permukaan laut rata-rata.

Dikutip dari buku Petualangan karya Muhammad Ihsan, berikut ini cara tepat membaca peta kontur.

Cara Membaca Peta Kontur

Ilustrasi cara membaca peta kontur, sumber foto: Alex Andrews by pexels.com

Biasanya kontur digambar dalam bentuk garis-garis utuh yang berulang berwarna cokelat atau oranye. Berikut ini terdapat beberapa tips tata cara membaca peta kontur dengan mudah dan tepat.

  1. Pada peta kontur, ada banyak bulatan-bulatan yang bentuknya tidak beraturan. Setiap bulatan ini berarti terdapat perbedaan ketinggian, sehingga kita perlu menghitungnya dengan cara menghitung skala.

  2. Jika melihat ada jarak yang cukup besar antara lingkaran kontur, kita harus berhati-hati. Hal ini karena menandakan adanya perbedaan ketinggian yang curam, seperti jurang atau tebing.

  3. Biasanya, dalam peta kontur ada petunjuk mengenai jalan, jalan kereta api, serta nama daerah tertentu. Tetapi kita tidak boleh menjadikannya sebagai patokan utama karena biasanya jalan, nama daerah selalu mengalami perubahan.

  4. Gunakan patokan sungai, kemudian lembah kedua tempat tersebut kemungkinan besar sedikit mengalami perubahan. Mengingat peta selalu mengalami perubahan dan pembaharuan sekurang-kurangnya 5 tahun sekali.

  5. Sebelum memulai perjalanan, pastikan sudah mengetahui posisi kita dalam peta.

  6. Setelah berjalan dua puluh menit pertama, kita harus cek kembali apakah kita masih dalam jalur perjalanan yang direncanakan atau tidak.

  7. Jika masih berada di jalur perjalanan yang tepat, maka kita bisa memeriksa arah setiap satu jam.

Catatan tentang Kontur

Berikut terdapat beberapa catatan tentang kontur yang tidak boleh kita lewatkan.

  1. Kontur adalah berkesinambungan, jadi sejauh mana kontur berada tetap akan bertemu kembali di titik awalnya.

  2. Jika kontur-kontur pada bagian bawah lereng merapat, maka bentuk lereng disebut konveks (cembung) dan memberikan pandangan yang pendek.

  3. Jika kontur-kontur yang berbentuk meander tapi tidak terlalu rapat, maka permukaan lapangannya adalah daerah yang bergelombang.

Cara membaca peta kontur sebenarnya mudah saja, jika kita memperhatikan beberapa catatan terkait. Selain itu, kita juga harus melihat peta setiap satu jam sekali ketika menggunakannya dalam perjalanan. (DSI)