Ciri-Ciri Kelompok Sosial Menurut Soerjono Soekanto dan Syaratnya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 1 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kelompok sosial menurut Soerjono Soekanto adalah kesatuan atau himpunan manusia bersama yang saling berhubungan. Hubungan ini mempunyai sifat timbal balik yang saling memengaruhi. Lalu apa ciri-ciri kelompok sosial menurut Soerjono Soekanto?
Perlu diketahui, Soerjono Soekanto merupakan Lektor Kepala Sosiologi dan Hukum Adat di Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Beliau diangkat menjadi Guru besar sosiologi hukum UI pada 1983. Agar lebih jelas, simak uraian berikut!
Ciri-Ciri Kelompok Sosial Menurut Soerjono Soekanto
J.M. Henny Wiludjeng, dkk. dalam buku berjudul Sosiologi untuk Mahasiswa Fakultas Hukum Edisi Kedua menjelaskan bahwa kelompok sosial menurut Soerjono Soekanto adalah suatu himpunan orang atau bisa disebut kelompok sosial. Inilah beberapa ciri-ciri dan persyaratan kelompok sosial:
Adanya kesadaran sebagai bagian dari kelompok yang bersangkutan.
Ada hubungan timbal balik antara anggota yang satu dengan yang lainnya dalam suatu kelompok tersebut.
Mempunyai struktur sosial sehingga kelangsungan hidup kelompok tergantung pada kesungguhan anggotanya dalam melaksanakan perannya.
Ada suatu faktor pengikat yang dimiliki bersama oleh anggota-anggota kelompok, sehingga hubungan yang terjadi antara mereka bertambah erat. Faktor tadi bisa berupa kepentingan yang sama, tujuan yang sama, serta ideologi politik yang sama.
Mempunyai pola perilaku yang sama.
Mempunyai norma-norma atau kaidah yang mengatur hubungan di antara para anggotanya.
Mempunyai sistem tertentu dan berproses.
Tipe-Tipe Kelompok Sosial Menurut Soerjono Soekanto
Tipe-tipe kelompok sosial menurut Soerjono Soekanto adalah:
Kelompok berdasarkan jumlah anggotanya, misalnya monad, triad, dan dyad. Besar kecilnya jumlah anggota kelompok akan mempengaruhi kelompok dan pola interaksi sosial dalam kelompok tersebut.
Kelompok berdasarkan kepentingan dan wilayah, contohnya asosiasi dan komunitas. Komunitas adalah suatu kelompok sosial atas dasar wilayah yang tidak memiliki kepentingan tertentu. Sementara asosiasi merupakan sebuah kelompok sosial yang dibentuk untuk memenuhi kepentingan khusus.
Kelompok berdasarkan kesadaran terhadap keanggotaan kelompoknya yang terdiri atas in-group dan out-group. In-group, yakni kelompok sosial tempat seseorang mengidentifikasi dirinya. Out-group, yakni kelompok yang menjadi lawan dari in-group.
Kelompok berdasarkan derajat organisasi, contohnya kelompok terorganisir dan kelompok yang tidak terorganisasi. Kelompok terorganisasi dengan rapi, contohnya Negara dan perusahan. Kelompok yang tidak terorganisasi, contohnya kerumunan orang di tempat umum.
Kelompok berdasarkan hubungan sosial, contohnya kelompok paguyuban/primer dan kelompok patembayan/sekunder. Kelompok paguyuban, contohnya rukun tetangga dan keluarga. Sementara kelompok patembayan, contohnya perusahaan, masyarakat kota, maupun negara.
Demikianlah penjelasan tentang ciri-ciri kelompok sosial menurut Soerjono Soekanto sekaligus tipe-tipe kelompok sosial yang menarik untuk diketahui. Semoga membantu. (eK)
