Konten dari Pengguna

Ciri-Ciri Sistem Pemerintahan Dinasti Umayyah yang Mengantar ke Masa Kejayaan

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi ciri-ciri sistem pemerintahan Dinasti Umayyah, Pexels/Abd Elhamid Zaki
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ciri-ciri sistem pemerintahan Dinasti Umayyah, Pexels/Abd Elhamid Zaki

Pada tahun 661 M, Muawiyah bin Abu Sufyan mendirikan sebuah dinasti yang diberi nama Dinasti Umayyah. Ada ciri-ciri sistem pemerintahan Dinasti Umayyah yang membawa dalam masa keemasan.

Dikutip dari buku Wajah Politik Muawiyah bin Abu Sufyan: Mengurai Sejarah Konflik Sunni-Syiah, Hepi Andi Bastoni, (2012:16), Muawiyah bin Abu Sufyan merupakan satu di antara ribuan sahabat Nabi saw yang paling kontroversial.

Dinasti Umayyah sendiri merupakan dinasti kekhalifahan kedua yang berdiri setelah Nabi Muhammad saw wafat. Pemerintahannya berlangsung lama, kurang lebih sekitar 365 tahun.

Ciri-Ciri Sistem Pemerintahan Dinasti Umayyah

Ilustrasi ciri-ciri sistem pemerintahan Dinasti Umayyah, Pexels/Alejandro Quintanar

Selama memerintah, Muawiyah bin Abu Sufyan membawa dinasti Umayyah mencapai masa kejayaannya. Hal itu terlihat dari ciri-ciri sistem pemerintahan Dinasti Umayyah yang akan dijelaskan dalam ulasan berikut:

  • Monarki, yaitu kepemimpinan diwariskan secara turun-temurun

  • Pusat pemerintahan berada di Damaskus, Suriah

  • Sistem pemerintahannya berbeda dengan sistem pemerintahan Khulafaur Rasyidin yang memilih pemimpin secara demokratis

  • Sistem pemerintahan di Dinasti Umayyah dipengaruhi oleh sistem monarki di Persia dan Bizantium

  • Khalifah Umayyah menafsirkan khilafah sebagai penguasa yang diangkat oleh Tuhan

Berbekal sistem pemerintahan yang disebutkan, ternyata Dinasti Umayyah bisa mencapai masa kejayaannya. Terlebih didukung adanya pemimpin-pemimpin yang berpengaruh, jujur, dan mengutamakan rakyatnya.

Ada banyak sekali bukti-bukti kejayaannya yang sangat berpengaruh pada perkembangan agama Islam. Beberapa di antaranya yakni sebagai berikut:

  • Pendirian departemen pencatatan (diwanul khatam)

  • Pendirian pelayanan pos (Diwanul Barid)

  • Pemisahan urusan keuangan dari urusan pemerintahan

  • Penggunaan bahasa Arab sebagai alat komunikasi resmi

  • Pencetakan mata uang

  • Pembangunan fasilitas umum

  • Pengurangan pajak dan penghentian pembayaran upeti (jizyah) bagi orang yang baru masuk Islam

Sayangnya, Dinas Umayah akhirnya mengalami kemunduran akibat berbagai faktor, mulai dari perpecahan antar suku, etnis, dan golongan sehingga masyarakatnya tidak rukun lagi.

Itulah ulasan mengenai ciri-ciri sistem pemerintahan Dinasti Umayyah yang mengantarkan ke masa kejayaan. Hanya saja kejayaannya runtuh akibat perpecahan. (Nay)

Baca juga: Sejarah Sistem Pemerintahan yang Berlaku di Indonesia pada 1950-1955