Konten dari Pengguna

Ciri Wayang Suket Purbalingga, Kesenian Indonesia yang Unik

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Ciri Wayang Suket. Sumber: Unsplash.com/seth schwiet
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Ciri Wayang Suket. Sumber: Unsplash.com/seth schwiet

Suket merupakan jenis wayang yang terdapat di Indonesia, khususnya di Purbalingga. Ciri wayang suket yang membedakannya dari jenis wayang lain adalah bahan baku pembuatan yang berasal dari rumput.

Padahal kebanyakan wayang yang ada di Indonesia terbuat dari bahan berupa kayu, bambu, atau kulit. Rumput untuk membuat wayang suket adalah rumput kasuran yang dianyam secara rapi serta halus.

Ciri Wayang Suket Purbalingga

Ilustrasi Ciri Wayang Suket. Sumber: Unsplash.com/Lighten Up

Wayang merupakan salah satu seni pertunjukan Indonesia. Mengutip dari buku Wirausaha Para Cendekia Muda, Reffiane, dkk. (2022: 51), wayang pertama kali disebarkan oleh Sunan Kalijaga, khususnya di Pulau Jawa.

Wayang pun terus mengalami perkembangan hingga muncul berbagai macam jenis wayang di Indonesia. Salah satu jenis wayang yang ada di Indonesia adalah wayang suket di Purbalingga.

Ciri wayang suket Purbalingga terbilang unik karena bahan baku pembuatannya berbeda dari kebanyakan jenis wayang. Jika kebanyakan wayang di Indonesia terbuat dari kulit, bambu, atau kayu, tidak berlaku pada wayang suket.

Bahan baku pembuatan wayang suket adalah rumput, terutama jenis rumput kasuran. Pembuatan wayang suket pun tidak dipahat seperti wayang pada umumnya, melainkan dianyam secara rapi dan halus.

Seluk-Beluk Wayang Suket Purbalingga

Ilustrasi Ciri Wayang Suket. Sumber: Unsplash.com/Yuriy Bogdanov

Wayang suket Purbalingga bermula dari kreasi anyaman rumput kasuran dari Kasan Wikrama Tunut atau Mbah Gepuk. Mengutip dari laman Budaya Kita, referensi.data.kemdikbud.go.id, Mbah Gepuk adalah penemu atau pencipta wayang Suket.

Pembuatan wayang suket kemudian diteruskan oleh generasi ketiga alias cucu Mbah Gepuk, yakni Badriyanto. Mengutip dari laman yang sama, referensi.data.kemdikbud.go.id, ciri khas bentuk wayang suket Mbah Gepuk, yaitu:

  • Bentuk anyaman yang halus, rapi, dan teratur.

  • Secara keseluruhan, ornamen yang dibentuk melalui anyaman suket sudah sesuai dengan tokoh wayang kulit yang menjadi patokannya.

  • Ukuran wayang suket serupa dengan ukuran wayang kulit purwa.

  • Mencakup empat teknik dasar anyaman, yaitu anyamangedheg, kelabangan, tikaran, dan sarang lebah.

Jadi, jelas bahwa Ciri wayang suket Purbalingga yang paling khas adalah terbuat dari rumput kasuran. Wayang tersebut juga memiliki bentuk yang sesuai dengan tokoh wayang kulit. (AA)