Contoh Filsafat Pragmatisme, Pengertian, dan Ciri-cirinya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Filsafat pragmatisme adalah salah satu cabang ilmu filsafat yang muncul sekitar tahun 1878 dalam tulisan Charles Peirce. Salah satu contoh filsafat pragmatisme adalah cara berpikir seseorang tanpa mempertimbangkan minat dan pengembangan dirinya.
Cholid dalam Kontribusi Filsafat Pragmatisme terhadap Pendidikan menyebutkan bahwa dalam perkembangannya, filsafat pragmatisme banyak memiliki sumbangsih dalam berbagai kehidupan, seperti keagamaan dan pendidikan.
Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai contoh filsafat pragmatisme, simak penjelasannya dalam artikel berikut.
Pengertian Filsafat Pragmatisme
Sebelum membahas lebih lanjut mengenai contoh filsafat pragmatisme, sebaiknya cari tahu pengertiannya terlebih dulu. Jadi, filsafat pragmatisme adalah salah satu aliran filsafat yang mengungkapkan bahwa suatu subjek bisa membuktikan dirinya benar dengan melihat akibat atau hasil praktisnya.
Dalam hal ini, pragmatis merupakan konsep yang cenderung mementingkan sisi praktis daripada manfaatnya. Di samping itu, pragmatisme cenderung mementingkan hasil akhirnya daripada nilai yang dianut masyarakat.
Ciri-ciri Filsafat Pragmatisme
Terdapat beberapa ciri-ciri dari filsafat pragmatisme, antara lain:
Praktis atau simpel dalam memutuskan suatu hasil.
Terlalu berpatokan terhadap fakta. Hal ini membuat individu menjadi lebih menutup diri untuk melakukan hal yang mungkin saja lebih baik daripada hal yang sedang dilakukan.
Berpotensi untuk mengesampingkan nilai-nilai luhur serta kebenaran.
Hanya mempertimbangkan hasilnya saja, sementara nilai-nilai yang dianut masyarakat akan dikesampingkan.
Contoh Filsafat Pragmatisme
Pada dasarnya, filsafat pragmatisme merupakan cara berpikir secara praktis dan fokus terhadap hasilnya. Jadi, cabang ilmu ini akan lebih memperhatikan hasil akhirnya. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah contoh filsafat pragmatisme:
Seseorang memutuskan untuk bekerja untuk menghasilkan uang. Jadi, untuk mencapainya, seseorang tidak berpikir terkait caranya, tetapi hanya fokus terhadap hasilnya berupa uang.
Seseorang yang mempunyai tujuan atau cita-cita, tetapi hanya berfokus terhadap tujuan tersebut. Dirinya tidak berpikir terkait pengasahan bakat, minat, maupun harus mengembangkan dirinya. Dalam hal ini, seseorang bisa melakukan berbagai cara selama tujuan dan cita-citanya bisa tercapai.
Demikian informasi mengenai pengertian, ciri-ciri, serta contoh filsafat pragmatisme. [ENF]
