Konten dari Pengguna

Dampak Dekrit Presiden 5 Juli 1959 bagi Bangsa

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi dampak dekrit presiden 5 juli 1959. Sumber: ibnuamaru/pixabay.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi dampak dekrit presiden 5 juli 1959. Sumber: ibnuamaru/pixabay.com

Dekrit Presiden adalah keputusan yang dikeluarkan oleh Presiden pertama Indonesia, yaitu Ir. Soekarno. Dampak Dekrit Presiden 5 Juli 1959 pun berimbas bagi kehidupan bangsa Indonesia.

Hermawan dan Rizal dalam Pengaruh Dekrit Presiden Terhadap Demokratisasi di Indonesia menjelaskan bahwa Dekrit Presiden sendiri dibuat ketika terjadi kondisi darurat di Indonesia.

Untuk mengetahui lebih lanjut seputar dampak Dekrit Presiden 5 Juli 1959, baca artikel ini sampai habis.

Latar Belakang Dekrit Presiden 5 Juli 1959

Ilustrasi latar belakang dekrit presiden 5 juli 1959. Sumber: WilliamCho/pixabay.com

Dekrit Presiden 5 Juli 1959 adalah keputusan pertama yang dikeluarkan di Indonesia oleh Presiden Soekarno. Adapun latar belakang Dekrit Presiden 5 Juli 1959 adalah kegagalan Banda Konstituante dalam menetapkan UUD terbaru sebagai pengganti UUDS 1950.

UUDS 1950 tersebut kemudian diganti karena kerap menimbulkan ketidakstabilan dalam kancah politik.

Karena kegagalan penetapan tersebut, Presiden Soekarno akhirnya memutuskan untuk mengeluarkan Dekrit Presiden pada 5 Juli 1959 jam 17.00.

Dalam Dekrit Presiden tersebut, sistem pemerintahan Indonesia yang semula NKRI lalu berubah menjadi Demokrasi Terpimpin.

Dampak Dekrit Presiden 5 Juli 1959

Ilustrasi dampak dekrit presiden 5 juli 1959. Sumber: Karolina Grabowska/pexels.com

Dikeluarkannya Dekrit Presiden 5 Juli 1959 memberikan dampak yang cukup signifikan bagi kehidupan bangsa. Adapun sejumlah dampak Dekrit Presiden 5 Juli 1959 adalah sebagai berikut.

1. Dampak Umum

Dekrit Presiden 5 Juli 1959 memberikan dampak yang cukum luas, khususnya pada tata negara dan politik. Adapun dampak umum Dekrit Presiden 5 Juli 1959, yaitu:

  • Mengakhiri tugas parlemen, kabinet, dan periode pada sistem parlementer tersebut.

  • Mengakhiri masa Demokrasi Parlementer yang tengah berlaku di Indonesia.

  • Periode pemerintahan oleh partai politik akhirnya selesai dan peran parlemen diambil alih oleh Presiden secara langsung atau disebut dengan Demokrasi Terpimpin.

2. Dampak Positif

Selain memberikan dampak umum, Dekrit Presiden 5 Juli 1959 juga memberikan efek positif bagi kehidupan masyarakat dan negara. Adapun dampak positif dari Dekrit Presiden 5 Juli 1959 antara lain:

  • Membantu menyelamatkan NKRI dari perpecahan dan krisis politis dalam jangka panjang.

  • Memberikan pedoman jelas untuk NKRI dalam bentuk UUD 1945 dan bermanfaat bagi kelangsungan negara.

  • Merintis pembentukan lembaga tertinggi negara, yaitu MPRS dan lembaga tinggi negara, yaitu DPAS yang sebelumnya terus tertunda.

3. Dampak Negatif

Dekrit Presiden 5 Juli 1959 ternyata juga memberikan dampak negatif bagi negara Indonesia. Berikut ini adalah dampak negatif Dekrit Presiden 5 Juli 1959.

  • UUD 1945 tidak dilaksanakan dengan murni dan tidak terdapat wujud nyata.

  • Memberikan kekuasaan tinggi kepada presiden, MPR, dan lembaga tinggi negara. Hal ini tamoak di masa Demokrasi Terpimpin hingga Orde Baru.

  • Memberikan peluang bagi militer untuk menjajaki dunia politik, khususnya Angkatan Darat.

Demikian informasi mengenai berbagai dampak Dekrit Presiden 5 Juli 1959 yang perlu diperhatikan. [ENF]