Konten dari Pengguna

Dampak Negatif MEA di Indonesia beserta Latar Belakangnya

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi dampak negatif MEA di Indonesia. Foto: Fidel Fernando/Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi dampak negatif MEA di Indonesia. Foto: Fidel Fernando/Unsplash

Dampak negatif MEA di Indonesia antara lain, adanya persaingan tenaga kerja juga produk lokal yang harus bersaing dengan barang luar negeri.

Mari simak dampak negatif MEA di Indonesia selengkapnya berikut ini.

Latat Belakang dan Dampak Negatif MEA di Indonesia

Ilustrasi dampak negatif MEA di Indonesia. Foto: Nathan Cima/Unsplash

Dalam situs binus.ac.id, disebutkan bahwa MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) merupakan sistem perdagangan pasar bebas yang dilakukan oleh seluruh negara anggota ASEAN dengan tujuan guna meningkatkan stabilitas ekonomi di wilayah Asia Tenggara. MEA juga dikenal sebagai salah satu pasar bebas di kawasan Asia Tenggara yang meliputi barang, jasa, maupun tenaga kerja.

Untuk mewujudkan MEA, ASEAN telah melaksanakan tiga kali Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) yaitu KTT tahun 1997, 2003, dan 2006. Hasil dari ketiga KTT, MEA mulai dibentuk serta diberlakukan pada 2015. Melalui terbentuknya MEA, negara-negara di Asia Tenggara atau anggota ASEAN diharapkan dapat mengatasi berbagai masalah di bidang ekonomi.

Latar belakang terbentuknya MEA adalah sebagai persiapan dalam menghadapi persaingan globalisasi ekonomi perdagangan lewat ASEAN Free Trade Area (AFTA). MEA menjadi solusi memperbaiki perekonomian yang ada, sebab pada 2015 lalu keadaan ekonomi Indonesia memburuk.

Berikut adalah dampak negatif MEA di Indonesia yang penting dipelajari:

1. Terjadinya Persaingan Tenaga Kerja

Dilihat dari sisi produktivitas serta pendidikan, tenaga kerja Indonesia masih kalah bersaing dengan tenaga kerja lain seperti Singapura, Malaysia, atau Thailand.

Adanya pasar bebas memudahkan tenaga kerja asing dengan kompetensi bagus, lebih mudah masuk serta bekerja di Indonesia. Sementara tenaga kerja Indonesia yang kompetensinya rendah bakal kehilangan kesempatan untuk menjadi pekerja di negeri sendiri.

2. Eksploitasi Sumber Daya Alam oleh Perusahaan Asing

Eksploitasi sumber daya alam secara besar-besaran sangat mungkin dilakukan oleh pihak asing karena keterbatasan peralatan serta tenaga ahli. Pengerukan hasil alam yang masif sangat merugikan bagi Indonesia dan bisa memicu kerusakan alam.

Seperti diketahui bahwa Indonesia merupakan negara dengan Sumber Daya Alam melimpah. Jumlahnya lebih banyak daripada negara ASEAN lain.

3. Persaingan Produk Lokal dengan Produk Luar

Berlakunya pasar bebas di kawasan ASEAN membuat barang impor yang masuk ke Indonesia semakin banyak. Hal ini dapat mengancam pertumbuhan industri lokal apabila tak mampu menjaga kualitas produk.

Masyarakat akan lebih memilih produk luar yang menawarkan kualitas yang lebih baik. Oleh sebab itu, para produsen produk lokal harus benar-benar menjaga serta meningkatkan kualitas sehingga tidak kalah dalam persaingan di pasar bebas.

Demikian dampak negatif MEA di Indonesia yang patut diketahui. Adanya pasar bebas tentu juga memiliki keuntungan seperti bertambahnya laba negara dan aktivitas ekspor yang lebih lancar. (DN)