Konten dari Pengguna

Dampak Tonarigumi atau Rukun Tetangga ala Jepang

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi dampak tonarigumi. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi dampak tonarigumi. Foto: Pixabay

Tonarigumi adalah organisasi sosial bentukan Jepang yang dikenal juga dengan istilah rukun tetangga. Walau diterapkan hingga saat ini, tapi ada dampak tonarigumi, baik positif hingga negatif.

Artikel di bawah ini akan membahas sedikit tentang sejarah juga dampak tonarigumi yang perlu diketahui oleh masyarakat pada masa kini.

Dampak Tonarigumi

Ilustrasi dampak tonarigumi. Foto: Pixabay

Tonarigumi dibentuk pada masa pendudukan Jepang. Pada masa itu, dibentuk berbagai kebijakan dan organisasi sosial kemasyarakatan dengan tujuan pengerahan masa.

Salah satunya adalah tonarigumi yang berarti rukun tetangga. Tujuannya saat itu adalah untuk meningkatkan pengerahan massa dan mengawasi penduduk Indonesia.

Dalam buku Heiho - Barisan Pejuang Indonesia yang Terlupakan karya Nino Oktorino, dituliskan kalau sistem ini pertama kali diumumkan bertepatan dengan hari Tencho Setsu pada 29 April 1943.

Tonarigumi merupakan kelompok yang terdiri atas 10 hingga 20 kepala keluarga yang dipimpin oleh seorang kumicho. Sedangkan, lima hingga enam tonarigumi akan digabung dan membentuk azajokai atau rukun warga.

Adanya tonarigumi memberikan dampak, baik positif maupun negatif bagi Indonesia kala itu. Berikut dampak positif dari tonarigumi:

  1. Masyarakat memperoleh pendidikan tentang kesehatan dan militer.

  2. Masyarakat mampu mempertahankan diri saat bahaya kejahatan mengancam.

  3. Melatih masyarakat lebih tertib dan disiplin

  4. Meningkatkan jiwa gotong royong di masyarakat, termasuk dalam suasana perang.

  5. Perubahan dan pembauran dalam bersikap antara masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.

  6. Kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan meningkat.

Sedangkan, dampak negatif dari tonarigumi yang dirangkum dari sebuah jurnal dari Digilib UNS, yaitu:

  1. Meningkatnya kemiskinan masyarakat yang berakibat juga pada penurunan tingkat kesehatan masyarakat dan peningkatan angka kematian.

  2. Merosotnya perekonomian rakyat karena adanya penyerahan hasil bumi bagi anggota tonarigumi secara besar-besaran sehingga justru terjadi kelangkaan bahan pangan.

  3. Pikiran dan tenaga rakyat terkuras tanpa imbalan sosial yang sesuai.

  4. Hilangnya lembaga politik tradisional

  5. Semakin menyengsarakan masyarakat Indonesia.

  6. Masyarakat terlalu dijaga ketat oleh pihak Jepang, sehingga tidak dapat bergerak bebas.

Demikian adalah sejarah singkat dan dampak tonarigumi atau rukun tetangga, baik positif hingga negatif, yang perlu diketahui. (SP)