Konten dari Pengguna

Dominasi dalam Sosiologi: Pengertian dan Contoh-contohnya

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi dominasi dalam sosiologi. Sumber: cottonbro studio/pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi dominasi dalam sosiologi. Sumber: cottonbro studio/pexels.com

Dominasi dalam sosiologi berhubungan dengan kekuasaan suatu kelompok yang kuat terhadap kelompok yang lemah. Dominasi ini termasuk bagian dari kekuasaan. Menurut Mudhoffir dalam Teori Kekuasaan Michel Foucault: Tantangan bagi Sosiologi Politik, dominasi adalah bentuk kekuasaan kelompok dan bisanya dilakukan secara terselubung. Untuk mengetahui penjelasan lain dari dominasi dalam sosiologi, baca artikel ini sampai habis.

Pengertian Dominasi

Ilustrasi dominasi dalam sosiologi. Sumber: Rosemary Ketchum/pexels.com

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, dominasi adalah bentuk penguasaan kelompok yang lebih kuat terhadap kelompok yang lebih lemah. Dominasi suatu kelompok ini umumnya bersifat stabil dan berkelanjutan. Misalnya adalah dominasi kelas sosial, dominasi ras, serta dominasi gender. Di Indonesia, kasus dominasi kelompok ini telah ada sejak masa penjajahan, di mana pihak koloni yang lebih kuat menjajah dan mendominasi pihak pribumi yang lebih lemah.

Contoh Dominasi dalam Sosiologi

Ada banyak contoh yang bisa terjadi dalam dominasi sosiologi. Contoh dominasi dalam sosiologi yang banyak terjadi adalah dominasi antarkelompok. Misalnya pada kelompok ras, kelompok etnis, kelompok agama, dan berbagai contoh lainnya. Dominasi ini erat hubungannya dengan adanya kelompok mayoritas dan minortitas di suatu daerah. Contoh konkretnya adalah ketika dalam suatu daerah terdapat suku asli yang menduduki, kemudian ada suku pendatang. Maka, suku asli dalam daerah tersebut akan lebih mendominasi dan menguasai wilayah tersebut. Contoh lainnya adalah adanya paternalisme. Berbeda dengan sebelumnya, paternalisme adalah bentuk penguasaan antara masyarakat pendatang terhadap masyarakat asli dari suatu daerah. Seperti dalam masa penjajahan dahulu. Bangsa penjajah cenderung lebih berkuasa dibandingkan masyarakat pribumi. Dominasi antargender adalah adanya dominasi laki-laki terhadap perempuan. Hal ini timbul karena adanya stereotip dalam masyarakat zaman dahulu yang akhirnya membentuk keyakinan jika laki-laki lebih dominan dan lebih cocok bekerja pada sektor publik dibandingkan perempuan.

Dampak Dominasi dalam Sosiologi

Ada beberapa dampak yang ditimbulkan dari adanya dominasi dalam sosiologi. Adapun beberapa dampak tersebut adalah sebagai berikut.

  • Timbulnya perselisihan antarkelompok apabila pihak yang mendominasi suatu golongan tidak dapat saling berdamai.

  • Terjadinya kekerasan dan peperangan dalam lingkungan masyarakat, karena sering terjadinya pertengkaran.

  • Memperkeruh suatu konflik. Mengingat bahwa dominasi sendiri adalah salah satu dampak negatif dari adanya konflik.

Demikian penjelasan lengkap tentang dominasi dalam sosiologi beserta contoh dan dampaknya. Dominasi dalam sosiologi adalah suatu hal yang cenderung merugikan. Pasalnya pihak yang mendominasi cenderung sulit untuk bersikap toleran. [ENF]