Dua Ras yang Mendiami Indonesia pada Permulaan Kala Holosen dan Ciri Khasnya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dua ras yang mendiami Indonesia pada permulaan kala Holosen adalah sebuah topik yang ada dalam mata pelajaran sejarah. Topik ini berkaitan dengan masa prasejarah di Indonesia.
Holosen adalah kala dalam skala waktu geologi yang berlangsung mulai sekitar 10.000 tahun radiokarbon, atau kurang lebih 11.430 ± 130 tahun kalender yang lalu (antara 9560 hingga 9300 SM). Holosen adalah kala keempat dan terakhir dari periode Neogen.
Dua Ras yang Mendiami Indonesia pada Permulaan Kala Holosen
Terdapat berbagai ciri ras yang mendiami Indonesia pada permulaan kala Holosen. Berikut adalah dua ras yang mendiami Indonesia pada permulaan kala Holosen dan ciri khasnya berdasarkan situs web britanica.
1. Ras Austronesia
Ras pertama adalah ras Austronesia. Asal-usul ras ini berasal dari Taiwan dan menyebar ke seluruh kepulauan Indonesia melalui jalur laut.
Sebaran ras ini terjadi sekitar 5.000 hingga 3.000 tahun yang lalu. Ras Austronesia merupakan nenek moyang dari suku-suku di pulau-pulau besar seperti Jawa, Bali, Sumatra, Sulawesi, dan sebagian Maluku. Berikut adalah ciri khas fisik dan kebudayaan Ras Austronesia.
Wajah cenderung lebih bulat dengan hidung yang lebih ramping.
Kulit berwarna lebih terang dibandingkan dengan ras Melanesia.
Rambut lurus atau sedikit bergelombang.
Ras Austronesia ebagai pelaut ulung, dengan teknologi perahu yang sangat maju.
Memiliki sistem pertanian yang berkembang, terutama dalam budidaya padi dan tanaman pangan lainnya.
2. Ras Melanesia
Ras kedua adalah Melanesia. Asal-usul ras ini diduga berasal dari wilayah Papua dan meluas ke bagian timur Indonesia, terutama Papua, Maluku, dan beberapa bagian Nusa Tenggara.
Ras Melanesia sudah mendiami kawasan ini sejak ribuan tahun yang lalu. Berikut adalah ciri khas fisik dan kebudayaan Ras Melanesia.
Kulit berwarna gelap atau coklat tua.
Rambut keriting atau sangat keriting, sering kali tebal.
Wajah lebih tajam dan pipi lebih menonjol dibandingkan dengan ras Austronesia.
Ras Melanesia umumnya masih mempertahankan cara hidup tradisional dengan berburu, meramu, dan bertani.
Dikenal dengan seni ukir dan tato yang khas.
Dua ras yang mendiami Indonesia pada permulaan kala Holosen adalah Melanesia dan Austronesia. Kedua ras ini berasal dari jalur migrasi yang berbeda serta memiliki ciri khas kebudayaan dan fisik tertentu. (Fia)
Baca juga: Ciri-Ciri Homo Floresiensis, Manusia Purba Kecil yang Menakjubkan
