Filosofi Festival Songkran yang Dirayakan Warga Thailand

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bukan hanya untuk bersenang-senang, ada filosofi Festival Songkran yang dilakukan setiap bulan April tepat saat tahun baru Thailand.
Artikel di bawah ini akan membahas lebih lanjut tentang filosofi Festival Songkran yang dirayakan setiap tahun berikut ini.
Filosofi Festival Songkran
Festival Songkran merupakan perayaan Tahun Baru Thailand, memiliki filosofi dan makna mendalam yang terkait dengan budaya, agama, dan nilai-nilai sosial masyarakat Thailand.
Festival ini biasanya berlangsung dari tanggal 13 hingga 15 April setiap tahun. Rangkaian kegiatan diawali dengan membersihkan rumah, mengunjungi kuil, ritual penghormatan, dan festival air.
Dalam buku Shortrip Bangkok - Pattaya karya Awan Yulianto, dikatakan bahwa filosofi atau kepercayaan dari saling menyiram di festival ini adalah untuk membersihkan diri dari dosa-dosa selama setahun ke belakang.
Selain itu, Songkran melambangkan pembaharuan dan pembersihan. Air juga digunakan untuk penyucian diri untuk memulai tahun baru dengan hati yang bersih.
Selain itu, salah satu tradisi utama Songkran adalah membersihkan patung-patung Buddha dengan air wangi sebagai simbol penghormatan dan pembersihan spiritual.
Pada hari pertama Songkran, orang-orang akan melakukan ritual Rod Nam Dam Hua atau ritual penghormatan dengan menuangkan air wangi di tangan orang tua dan anggota keluarga yang lebih tua.
Tujuannya adalah sebagai tanda penghormatan dan permohonan maaf atas kesalahan yang mungkin telah dilakukan. Ini juga merupakan cara untuk mendapatkan berkah dari mereka.
Songkran juga menjadi waktu untuk berkumpul bersama keluarga, teman, dan komunitas. Festival ini mempromosikan kebersamaan dan kegembiraan melalui berbagai kegiatan seperti pesta air, parade, dan berbagai acara budaya.
Selama Songkran, banyak orang akan mengunjungi kuil untuk berdoa, memberikan persembahan, dan berbuat baik. Ini adalah waktu untuk merefleksikan diri dan berkomitmen pada tindakan-tindakan kebaikan dan kedermawanan di tahun yang baru.
Terakhir, Festival Songkran adalah kesempatan untuk melestarikan dan menghormati tradisi serta warisan budaya Thailand.
Upacara-upacara tradisional, permainan rakyat, dan makanan khas menjadi bagian dari perayaan, memperkuat identitas budaya dan memberikan penghormatan kepada sejarah dan adat istiadat lokal.
Filosofi Festival Songkran bukan hanya sekadar perayaan tahunan, tetapi juga sebuah manifestasi dari nilai-nilai budaya, spiritual, dan sosial masyarakat Thailand.
Filosofi Festival Songkran mengajarkan pentingnya pembaharuan, penghormatan, kebersamaan, dan kebaikan, yang semuanya menjadi dasar dalam memperkuat ikatan komunitas dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. (SP)
