Fungsi Pancasila dalam Hal Menyaring Budaya Asing di Indonesia

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam hal menyaring budaya asing, maka kedudukan Pancasila berfungsi sebagai dasar ideologis yang menjaga jati diri bangsa Indonesia agar tetap kokoh di tengah derasnya pengaruh globalisasi.
Pancasila memiliki peran penting dalam membantu warga negara menyaring berbagai budaya asing yang tidak sejalan dengan nilai luhur bangsa, sehingga tidak merusak karakter asli masyarakat Indonesia.
Fungsi Pancasila dalam Hal Menyaring Budaya Asing
Dalam hal menyaring budaya asing, maka kedudukan Pancasila berfungsi sebagai panduan untuk menyeleksi nilai dan pengaruh luar agar tidak bertentangan dengan jati diri bangsa.
Proses penyaringan ini sangat penting mengingat cepatnya arus globalisasi yang membawa masuk budaya asing ke dalam kehidupan masyarakat Indonesia.
Dikutip dari buku Bunga Rampai Pendidikan Karakter, Ni Wayan Sri Rahayu, 2025: 95, fungsi penyaring ini bertujuan agar budaya asing yang masuk tidak menyingkirkan akar budaya lokal.
Pancasila berperan dalam menyaring budaya asing yang tidak sesuai dengan budaya bangsa Indonesia dan mencegah rusaknya karakter nasional.
Untuk menjalankan fungsi tersebut secara optimal, terdapat lima langkah strategis yang menjadi dasar penerapannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pengukuhan Pancasila sebagai falsafah dan ideologi negara, agar setiap aspek kehidupan tetap merujuk pada nilai luhur bangsa.
Penguatan nilai dan norma konstitusional UUD 1945 sebagai kerangka hukum yang menjamin integritas budaya nasional.
Penguatan komitmen terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) agar persatuan tetap terjaga di tengah keragaman budaya.
Penguatan nilai-nilai keberagaman sesuai konsep Bhineka Tunggal Ika, agar perbedaan menjadi kekuatan, bukan pemecah belah.
Penguatan daya saing dan keunggulan bangsa guna menjaga eksistensi Indonesia dalam masyarakat global yang terus berubah.
Melalui kelima strategi ini, Pancasila tidak hanya menjadi simbol, tetapi juga berperan aktif sebagai alat penyaring budaya yang relevan, selektif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Dalam hal menyaring budaya asing, maka kedudukan Pancasila berfungsi sebagai fondasi untuk mempertahankan karakter asli bangsa di tengah tantangan globalisasi.
Melalui penanaman nilai-nilai ideologi, konstitusi, komitmen kebangsaan, keberagaman, dan daya saing, Pancasila berfungsi sebagai filter budaya.
Dengan kata lain, Pancasila dapat membantu menyaring pengaruh budaya yang masuk agar tetap sesuai dengan jati diri bangsa.
Dengan demikian, bangsa Indonesia tetap mampu berdiri teguh dengan kepribadian sendiri, sambil bersikap terbuka terhadap dunia luar secara bijak. (Mona)
Baca juga: Dari Mana Nilai-Nilai dalam Pancasila Berasal? Ketahui Informasinya di Sini
