Fungsi Sosiologi untuk Advokasi Kebijakan dalam Masyarakat

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari interaksi manusia dalam masyarakat. Sedangkan fungsi sosiologi untuk advokasi kebijakan yaitu melakukan kajian tentang keterkaitan antar individu.
Sebenarnya masih banyak fungsi sosiologi lainnya yang perlu diketahui secara lebih dalam. Apalagi sosiologi memiliki peran yang sangat penting di masyarakat dan termasuk bagian dari ilmu sosial.
Dikutip dari buku Monograf Advokasi Kebijakan Berbasis Permodelan System' Dynamic karya Dr. Alexsander, S.IP, M.Si, Dra. Harmiati, M.Si, dan Deni Triyanto, S.IP, berikut fungsi lengkap dari sosiologi untuk advokasi kebijakan.
Fungsi Sosiologi untuk Advokasi Kebijakan
Fungsi sosiologi untuk advokasi kebijakan memiliki tujuan melakukan kajian tentang keterkaitan antar individu. Keterkaitan ini kemudian menganalisis dari berbagai sudut pandang ilmiah dan dilanjutkan menentukan langkah kebijakan yang tepat sasaran dari masalah sosial.
Selain itu, advokasi kebijakan dalam perspektif penelitian juga dapat dimulai dari pendekatan multi aktor. Pendekatan ini akan mempengaruhi proses kebijakan dan hasil kebijakan sosial.
Dalam hal ini juga terkait dengan penelitian koalisi advokasi. Koalisi advokasi sendiri adalah pengembangan kerangka kerja yang berhubungan dengan pelaksanaan kebijakan publik.
Orang yang melakukan koalisi advokasi juga bisa menjadi pemantau agar lebih menerima dan memahami perbedaan dalam kebijakan publik. Biasanya ini penting untuk dilakukan, apalagi jika terjadi pertentangan dan permasalahan teknis antara lembaga pelaksana kebijakan, media, akademisi dan kelompok kepentingan.
Sosiologi untuk advokasi kebijakan juga memiliki sejumlah pengertian yang berbeda-beda. Ada yang menjelaskan bahwa advokasi kebijakan adalah strategi yang dikembangkan untuk mempengaruhi dan merubah tindakan kebijakan.
Bukan hanya itu saja, advokasi kebijakan ini juga memiliki fungsi dalam membujuk dan menyakinkan proses komunikasi. Bahkan advokasi kesehatan juga mampu merubah keputusan publik dan memberikan dukungan terhadap proses rekomendasi kebijakan.
Dalam advokasi kebijakan ini juga membutuhkan dukungan dari multi lembaga dan stakeholder agar bisa menentukan langkah kebijakan yang tepat.
Young dan Quinn juga menjelaskan bahwa advokasi kebijakan harus dilaksanakan pada masing-masing laverage. Kemudian menggunakan strategi pemetaan aktor kebijakan, pusat kekuasaan dan network dalam kebijakan publik.
Kesimpulannya, fungsi sosiologi untuk advokasi kebijakan yaitu melakukan kajian tentang keterkaitan antar individu dalam lingkungan masyarakat. Selain fungsi, kita juga bisa mengetahui arti dari advokasi kebijakan yang cukup beragam. (DSI)
