Konten dari Pengguna

Hasil Peradaban Manusia Purba yang Menjadikan Gua-Gua Sebagai Tempat Tinggal

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Hasil Peradaban Manusia Purba yang Menjadikan Gua-Gua Sebagai Tempat Tinggal, Unsplash/Ksenia Kudelkina
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Hasil Peradaban Manusia Purba yang Menjadikan Gua-Gua Sebagai Tempat Tinggal, Unsplash/Ksenia Kudelkina

Hasil peradaban manusia purba yang menjadikan gua-gua sebagai tempat tinggal menunjukkan betapa pentingnya gua dalam perkembangan kehidupan awal manusia.

Sebagai tempat berlindung dari ancaman alam dan hewan buas, gua-gua ini menawarkan perlindungan dan kenyamanan dasar yang mereka butuhkan.

Hasil Peradaban Manusia Purba yang Menjadikan Gua-Gua Sebagai Tempat Tinggal

Ilustrasi Hasil Peradaban Manusia Purba yang Menjadikan Gua-Gua Sebagai Tempat Tinggal, Unsplash/Joshua Sortino

Manusia purba memilih gua sebagai tempat tinggal utama disebut abris sous roche. Mereka memilih gua karena faktor perlindungan alami dari cuaca ekstrem dan predator. Gua-gua ini, yang menjadi bagian dari tradisi abris sous roche pada zaman Mesolitikum.

Mengutip dari buku Soal Kisi-Kisi Pasti SBMPTN IPS SOSHUM 2015: 100% Dijamin Lulus, Evo Fajarini S. E, (2015), goa-goa yang dijadikan tempat tinggal manusia purba pada zaman Mesolithikum berfungsi sebagai tempat perlindungan dari cuaca dan binatang buas.

Beragam artefak ditemukan di situs-situs ini, terutama di Asia Tenggara, termasuk di Indonesia, seperti Gua Lawa di Ponorogo.

Dalam gua-gua ini, para arkeolog menemukan peralatan dari batu seperti flakes, alat-alat tulang, dan bahkan alat dari tanduk rusa yang dipakai dalam berburu, memasak, dan kebutuhan sehari-hari lainnya.

Fungsi gua sebagai rumah juga meliputi aktivitas sosial dan budaya. Buktinya, pada beberapa dinding gua, ditemukan lukisan-lukisan yang menunjukkan ekspresi simbolis dan spiritual dari komunitas masa itu.

Pada beberapa lokasi, seperti di Sumatra, arkeolog menemukan sisa-sisa bukit kerang atau kjokkenmoddinger, timbunan kulit kerang dan sisa makanan laut, yang mengungkap kebiasaan makan masyarakat purba dan peran penting lingkungan gua yang dekat dengan sumber daya alam.

Keberadaan gua juga memengaruhi perkembangan teknologi manusia purba, dari penggunaan peralatan batu sederhana hingga teknik asah yang lebih rumit untuk membuat alat pemotong dan senjata.

Lebih dari sekadar tempat tinggal, gua-gua ini mencerminkan kemampuan adaptasi tinggi manusia purba, yang memanfaatkan sumber daya lokal dan mengembangkan kebudayaan kompleks yang terjalin dengan lingkungan sekitar.

Situs-situs gua ini membantu para peneliti memahami aspek kehidupan dan perkembangan sosial manusia prasejarah.

Selain itu, penemuan situs gua ini menunjukkan bahwa sejak ribuan tahun lalu manusia telah mencari lingkungan yang aman dan mendukung berkembangnya kebiasaan sosial dan budaya.

Itulah penjelasan mengenai hasil peradaban manusia purba yang menjadikan gua-gua sebagai tempat tinggal. (Sila)

Baca Juga: Nama-nama Manusia Purba yang Ditemukan di Indonesia dan Ciri-cirinya