Homogenitas Kelompok: Pengertian dan Fakta-faktanya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Homogenitas kelompok adalah kesamaan latar belakang sosial yang menjadi dasar dari pembentukan sebuah kelompok.
Dikutip dari buku Remaja Sejahtera Remaja Nasionalis, kelompok adalah hal yang sangat memberi makna dan pengaruh di dalam kehidupan sosial seseorang. Adanya kelompok juga dapat menjadi wadah untuk mempelajari keterampilan sosial hingga berbagai peran.
Ada berbagai dasar pembentukan kelompok, salah satunya adalah homogenitas kelompok. Bagaimana penjelasannya?
Pengertian Homogenitas Kelompok
Homogenitas mempunyai arti sebagai kesamaan latar belakang sosial yang menjadi dasar pembentukan sebuah keompok. Hal ini yang menyebabkan orang-orang dengan ras, suku, agama, maupun hobi yang sama memiliki kecenderungan untuk berkumpul.
Kebalikan dari homogen, masyarakat yang heterogen dan majemuk lebih sulit mencapai integrasi sosial. Pasalnya, dengan sifat dan perbedaan yang ada, dibutuhkan waktu yang lebih lama untuk menyatukan seluruh anggota.
Dengan berbagai kesamaan yang ada, masyarakat akan lebih mudah menjalin interaksi sehingga mendorong terjadinya integrasi sosial. Tak jarang orang di dalam kelompok tersebut mempunyai perasaan sosial yang sama.
Fakta Homogenitas Kelompok Sebagai Pendorong Integrasi Sosial
Homogenitas kelompok yang merujuk pada karakteristik maupun nilai yang sama di antara anggota kelompok membuat mereka lebih nyaman dan mudah memahami satu sama lainnya. Tentunya, hal tersebut akan memperkuat ikatan hubungan di antara mereka dan membuat interaksi lebih efektif.
Apabila kelompok homogen mempunyai pemahaman kuat mengenai norma maupun nilai yang mereka miliki, maka integrasi sosial akan terjadi secara alami.
Integrasi sosial sendiri merujuk kepada proses di mana seluruh anggota kelompok merasakan ikatan kuat dengan anggota lainnya serta adanya perasaan diakui dan diterima di dalam kelompok tersebut.
Anggota kelompok homogen cenderung lebih mudah menemukan kesamaan pengalaman hidup sehingga mudah pula untuk memahami perspektif satu sama lain.
Perasaan yang saling memahami dan menerima tersebut sangat membantu untuk meminimalisir konflik yang dapat terjadi serta memperkuat persatuan di dalam kelompok.
Dari alasan di atas, maka dapat disimpulkan pula bahwa kelompok yang heterogen cenderung sulit mencapai kesatuan dan rentan terhadap konflik.
Itu dia sekilas pembahasan mengenai homogenitas kelompok beserta faktanya.(LAU)
