Konten dari Pengguna

Interaksi Sosial Disosiatif: Pengertian beserta Contohnya

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Interaksi sosial disosiatif. Sumber : mali maeder/Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Interaksi sosial disosiatif. Sumber : mali maeder/Pexels.com

Kehidupan bermasyarakat tidak luput dari interaksi sosial, namun tidak semua interaksi sosial itu menguntungkan. Sebab, jenis interaksi sosial disosiatif menjadi yang paling banyak dihindari. Kenapa demikian?

Interaksi jenis ini ternyata dapat mengakibatkan perpecahan dalam masyarakat. Karena itu, kebanyakan orang memilih untuk menghindarinya agar tetap terwujud kedamaian. Lebih jelasnya, simak dalam ulasan berikut!

Pengertian Interaksi Sosial Disosiatif

Ilustrasi Interaksi sosial disosiatif. Sumber : Denniz Futalan/Pexels.com

Waluyo, dkk menjelaskan dalam buku berjudul Ilmu Pengetahuan Sosial menjelaskan bahwa, dalam interaksi sosial hubungan yang terjadi dapat berupa antar individu dengan individu, antar kelompok dan individu, serta antara kelompok dengan kelompok.

Sementara yang dimaksud dengan interaksi sosial disosiatif adalah interaksi yang mengarah pada perpecahan.

Interaksi sosial ini bisa melemahkan solidaritas serta persatuan antara individu atau kelompok masyarakat.

Interaksi sosial jenis ini sangat menekankan terhadap persaingan maupun perlawanan.

Kondisi ini mengakibatkan terpisah atau terpecahnya kehidupan umat manusia. Alhasil kondisi masyarakat menjadi tidak harmonis.

Bentuk Interaksi Sosial Disosiatif

Berikut adalah beberapa bentuk interaksi sosial disosiatif yang muncul dalam masyarakat.

1. Persaingan

Persaingan adalah kondisi perpecahan antar manusia, namun masih masuk konteks positif. Kenapa demikian? Sebab individu maupun kelompok saling bersaing mencapai tujuan yang sama.

Misalnya, persaingan mendapatkan nilai olimpiade yang terbaik bagi para siswa atau atlet yang mengikuti kejuaraan olahraga.

2. Perselisihan

Kondisi ini banyak disebut juga sebagai pertentangan maupun pertikaian. Perselisihan merupakan interaksi sosial yang sering terjadi disebabkan oleh permasalahan atau selisih paham.

Bentuk dari perselisihan misalnya, perkelahian antar teman, sekolah, perselisihan orang tua dan anak, perkelahian geng motor, dan sebagainya.

3. Kontravensi

Kontravensi merupakan proses persaingan dengan ciri-ciri ketidakpastian soal pribadi seseorang maupun perasaan tidak suka, namun disembunyikan.

Contoh dari kontravensi adalah penghasutan terhadap kelompok masyarakat yang dilakukan pihak tertentu, melakukan fitnah terhadap orang lain tanpa memberikan bukti yang jelas.

Contoh Interaksi Sosial Disosiatif

Berikut adalah beberapa contoh interaksi sosial disosiatif yang terjadi di Indonesia dan dunia.

  1. Kerusuhan suporter sepak bola yang sering terjadi di Indonesia.

  2. Perang Rusia dan Ukraina yang bermula dari penentangan pihak Rusia atas gabungnya Ukraina dengan NATO.

  3. Tawuran yang terjadi baik antar pelajar, warga, dan lainnya.

  4. Menyebarkan berita palsu yang bisa memfitnah nama baik seseorang.

  5. Melakukan demo kenaikan gaji buruh pabrik, dan sebagainya.

Itulah penjelasan tentang interaksi sosial disosiatif yang perlu diketahui. Semoga membantu! (Ek)