Konten dari Pengguna

Isi Perjanjian Renville dan Dampaknya bagi Indonesia

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Isi Perjanjian Renville. Foto Hanya Ilustrasi. Sumber Foto: Unsplash.com/Jeremy Huang on Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Isi Perjanjian Renville. Foto Hanya Ilustrasi. Sumber Foto: Unsplash.com/Jeremy Huang on Unsplash

Indonesia telah mengalami sejarah panjang dalam melawan penjajahan yang dilakukan oleh Belanda dan juga Jepang. Ada banyak perjanjian yang dilakukan Indonesia dengan kedua bangsa tersebut salah satunya adalah perjanjian Renville. Lalu apa isi perjanjian Renville?

Ada beberapa isi perjanjian ini yang pada akhirnya memberikan dampak yang cukup signifikan bagi bangsa Indonesia. Untuk lebih jelasnya simak dalam pembahasan berikut ini.

Isi Perjanjian Renville

Isi Perjanjian Renville. Foto Hanya Ilustrasi. Sumber Foto: Unsplash.com/Jeremy Huang on Unsplash

Dikutip dari buku Peran TNI-AU pada masa pemerintah darurat Republik Indonesia tahun 1948-1949 karya Subdis Sejarah TNIAU (2001:14), terjadinya perjanjian Renville dilatarbelakangi oleh pertikaian antara Indonesia dengan Belanda.

Salah satu pertikaian yang memicu adanya perjanjian ini adalah penyerangan Belanda terhadap Indonesia pada 21 Juli 1947 atau yang lebih dikenal sebagai agresi militer Belanda pertama.

Hal tersebut kemudian membuat terjadinya perjanjian yang ditandatangani oleh Republik Indonesia dan Belanda pada 17 Januari 1948 di atas kapal USS Renville yang berlabuh di Pelabuhan Jakarta.

Perjanjian ini merupakan hasil dari perundingan yang dimediasi oleh Komisi Tiga Negara (KTN) yang terdiri dari Amerika Serikat, Australia, dan Belgia.

Isi perjanjian Renville antara lain:

  1. Pembentukan Republik Indonesia Serikat (RIS) dengan segera. Republik Indonesia merupakan negara bagian dalam RIS.

  2. Belanda tetap menguasai seluruh Indonesia sebelum RIS terbentuk.

  3. Wilayah Indonesia yang diakui Belanda hanya Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Sumatera.

  4. Wilayah kekuasaan Indonesia dengan Belanda dipisahkan oleh garis demarkasi yang disebut Garis Van Mook.

  5. Tentara Indonesia ditarik mundur dari daerah-daerah kekuasaan Belanda (Jawa Barat dan Jawa Timur).

  6. Akan dibentuk Uni Indonesia-Belanda dengan kepalanya Raja Belanda.

  7. Akan diadakan semacam referendum (pemungutan suara) untuk menentukan nasib wilayah dalam RIS.

  8. Akan diadakan pemilihan umum untuk membentuk Dewan Konstituante RIS.

Dampak Perjanjian Renville

Dampak perjanjian Renville bagi Indonesia sangat merugikan. Sebab, wilayah Indonesia menjadi semakin sempit, sedangkan Belanda menguasai wilayah-wilayah hasil pangan dan sumber daya alam.

Selain itu, Indonesia juga jadi terkena blokade ekonomi yang diterapkan Belanda. Perjanjian ini juga memicu ketidakpuasan di kalangan rakyat dan tentara Indonesia. Banyak yang menilai perjanjian ini sebagai pengkhianatan terhadap perjuangan kemerdekaan.

Akibatnya, terjadi pemberontakan-pemberontakan seperti PRRI/Permesta, DI/TII, dan Madiun. Perjanjian ini akhirnya batal setelah Belanda melancarkan Agresi Militer II pada 19 Desember 1948.

Agresi ini berhasil ditanggapi oleh pihak Indonesia dengan melakukan perlawanan bersenjata dan diplomasi internasional. Pada akhirnya, Belanda terpaksa mengakui kedaulatan Indonesia pada 27 Desember 1949.

Baca juga: Pendiri Kerajaan Kutai, Sejarah, serta Masa Kejayaannya

Itulah penjelasan mengenai isi perjanjian Renville dan dampaknya bagi bangsa Indonesia. Perjanjian ini merupakan salah satu perjanjian yang secara langsung memberikan banyak dampak negatif bagi bangsa Indonesia. (WWN)