Isi Perjanjian Renville serta Tanggapan Rakyat Indonesia terhadap Hasilnya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perjanjian Renville merupakan salah satu perjanjian yang terjadi antara bangsa Indonesia dengan bangsa Belanda. Jelaskan isi Perjanjian Renville serta tanggapan rakyat Indonesia!
Perjanjian yang ditandatangani pada tanggal 17 Januari 1948 tersebut memiliki tiga muatan, yakni gencatan senjata, dasar-dasar politik, serta kedaulatan. Muatan tersebut dinilai banyak merugikan Indonesia sehingga menimbulkan konflik.
Jelaskan Isi Perjanjian Renville serta Tanggapan Rakyat Indonesia!
Jika melihat pada kenyataan momen proklamasi, jelas bahwa Indonesia meraih kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945. Namin, momentum tersebut bukan akhir dari perjuangan bangsa Indonesia terbebas dari penjajah.
Salah satu bukti perjuangan bangsa Indonesia masih melakukan perjuangan untuk mempertahankan kemerdekaan adalah keberadaan Perjanjian Renville. Perjanjian tersebut merupakan upaya menyelesaikan perselisihan antara Indonesia dan Belanda.
Jelaskan isi Perjanjian Renville serta tanggapan rakyat Indonesia! Berikut penjelasan ringkas mengenai perjanjian yang pernah terjadi antara Indonesia dan Belanda pada masa awal kemerdekaan bangsa ini.
A. Isi Perjanjian Renville
Perjanjian Renville merupakan hasil dari perundingan di geladak kapal Renville milik Amerika Serikat. Perundingan tersebut dimulai pada 8 Desember 1947 dan berakhir pada tahun 1948.
Akhir perundingan tersebut menghasilkan penandatanganan 17 Januari 1948. Mengutip dari buku Sejarah 3 SMA Kelas XII Program Ilmu Sosial, Sardiman (2008: 58), isi Perjanjian Renville, yaitu:
Persetujuan tentang gencatan senjata yang antara lain diterimanya garis demarkasi Van Mook (10 pasal).
Dasar-dasar politik Renville yang berisi tentang kesediaan kedua pihak untuk menyelesaikan pertikaian dengan cara damai (12 pasal).
6 pasal tambahan dari KTN yang berisi, antara lain tentang kedaulatan Indonesia yang berada di tangan Belanda selama masa peralihan sampai penyerahan kedaulatan (6 pasal).
B. Tanggapan Rakyat Indonesia terhadap Perjanjian Renville
Perjanjian Renville yang semula merupakan upaya untuk mencapai kesepakatan, ternyata tidak berlangsung demikian. Isi perjanjian tersebut banyak merugikan pihak Indonesia.
Konsekuensi dari penandatanganan Perjanjian Renville adalah wilayah Republik Indonesia menjadi makin sempit. Hal itu merupakan akibat penerimaan garis demarkasi Van Mook.
Mengutip dari buku yang sama, Sardiman (2008: 58), Perjanjian Renville mendapat tantangan sehingga muncul mosi tidak percaya terhadap Kabinet Amir Syarifudin. Kabinet tersebut bahkan menyerahkan kembali mandatnya kepada presiden pada 23 Januari 1948.
Demikian diketahui bahwa instruksi jelaskan isi Perjanjian Renville serta tanggapan rakyat Indonesia memiliki jawaban yang panjang. Kondisi itu terjadi karena Perjanjian Renville antara Indonesia dan Belanda pun mencakup proses yang panjang. (AA)
