Konten dari Pengguna

Isi Teori Solidaritas Emile Durkheim beserta Jenis-jenisnya

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Teori Solidaritas Emile Durkheim. Sumber: Pexels/Mikhail Nilov
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Teori Solidaritas Emile Durkheim. Sumber: Pexels/Mikhail Nilov

Teori Solidaritas Emile Durkheim merupakan salah satu teori penting dalam ilmu sosial, khususnya Sosiologi. Teori tersebut termasuk teori penting sebab dapat menjelaskan terjadinya perubahan sosial yang terjadi dalam lingkungan masyarakat.

Teori tersebut menguraikan perubahan sosial yang terjadi dalam lingkungan masyarakat berdasarkan solidaritas, yakni solidaritas mekanik dan organik. Kedua jenis solidaritas tersebut tentunya mempunyai karakter masing-masing.

Isi Teori Solidaritas Emile Durkheim

Ilustrasi Teori Solidaritas Emile Durkheim. Sumber: Pexels/cottonbro studio

Mengutip dari buku yang berjudul Perubahan Sosial Budaya karya Wiyono, dkk. (2022: 18), Emile Durkheim memperkenalkan teori solidaritas untuk mengkaji masyarakat.

Teori tersebut terbentuk karena Durkheim memiliki pandangan bahwa perubahan sosial terjadi sebagai hasil dari faktor-faktor ekologis dan demografis. Faktor tersebut juga mengubah kehidupan masyarakat.

Dalam Teori Solidaritas, Durkheim mengemukakan bahwa solidaritas adalah perasaaan saling percaya di antara para anggota dalam suatu kelompok atau solidaritas. Kemudian, solidaritas merupakan bagian penting dalam hubungan antara manusia dengan lingkungannya.

Jenis-Jenis Teori Solidaritas

Ilustrasi Teori Solidaritas Emile Durkheim. Sumber: Pexels/Mikhail Nilov

Teori Solidaritas Emile Durkheim dibagi menjadi dua kelompok, yaitu solidaritas mekanik dan solidaritas organik. Berikut penjabaran tentang dua kelompok tersebut yang dikutip dari buku Perubahan Sosial Budaya karya Sriyana (2020: 119 – 120).

1. Solidaritas Mekanik

Solidaritas mekanik terbentuk karena adanya kesamaan anggota masyarakat. Anggota tersebut terikat antara satu sama lain karena adanya kesamaan emosional, kepercayaan, serta adanya komitmen moral.

Beberapa karakter dari solidaritas mekanik, yaitu:

  • Sistem pembagian kerja rendah.

  • Nilai dan norma bersifat umum serta abstrak.

  • Hukum yang berlaku bersifat represif.

2. Solidaritas Organik

Solidaritas organik terbentuk karena masyarakat disatukan oleh adanya rasa saling ketergantungan fungsional. Otonomi individu sangat dihargai sebab masing-masing individu melakukan fungsi yang berbeda.

Beberapa karakter dari solidaritas organik, yaitu:

  • Sistem pembagian kerja kompleks.

  • Hukum lebih bersifat restitutif, artinya hukum diberlakukan semata-mata untuk mengembalikan masyarakat pada kondisi semula.

Berdasarkan ulasan di atas, jelas bahwa Teori Solidaritas Emile Durkheim memang termasuk teori penting dalam ilmu sosial, terutama ilmu sosiologi. Pasalnya, teori tersebut menjelaskan perubahan sosial berdasarkan solidaritas dalam masyarakat. (AA)