Konten dari Pengguna

Kapan Belanda Mengakui Kemerdekaan Indonesia? Ini Penjelasan Lengkapnya

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kapan belanda mengakui kemerdekaan indonesia. Unsplash/Mufid Majnun
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kapan belanda mengakui kemerdekaan indonesia. Unsplash/Mufid Majnun

Kemerdekaan Indonesia yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945 adalah titik awal perjalanan panjang menuju pengakuan internasional. Namun, kapan Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia?

Pengakuan Belanda akan kemerdekaan Indonesia menjadi salah satu topik penting dalam sejarah nasional. Prosesnya terbilang lama, melalui perjuangan bersenjata, diplomasi yang melelahkan, dan tekanan dunia internasional agar Belanda menghentikan agresinya.

Kapan Belanda Mengakui Kemerdekaan Indonesia?

Ilustrasi kapan belanda mengakui kemerdekaan indonesia. Unsplash/Bimo Luki

Menurut jurnal Pengaruh Perang Kemerdekaan II terhadap Pengakuan Kedaulatan RI Tanggal 27 December 1949 oleh H. Kuswandi (2015: 208), kapan Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia adalah pada tanggal 27 Desember 1949.

Pada tanggal tersebut, tepatnya setelah melalui Konferensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag, Belanda secara resmi menyerahkan kedaulatan kepada Republik Indonesia Serikat (RIS).

Penyerahan kedaulatan berlangsung di Istana Dam, Amsterdam, Belanda pada 27 Desember 1949. Pihak Indonesia sendiri diwakili oleh Bung Hatta. Sementara itu, Ratu Juliana mewakili pihak Belanda.

Pengakuan ini merupakan puncak dari proses panjang yang melibatkan pertempuran fisik seperti Perang Kemerdekaan II, sekaligus diplomasi intensif di forum internasional, termasuk PBB.

Sebelum pengakuan resmi itu, hubungan Indonesia-Belanda diwarnai konflik. Perundingan Linggarjati (1947) dan Renville (1948) sempat memberi harapan, namun dua agresi militer Belanda menunjukkan bahwa kedaulatan belum benar-benar diakui.

Dukungan negara-negara lain, terutama dari Asia dan Amerika Serikat, memberi tekanan kepada Belanda untuk duduk kembali di meja perundingan.

KMB yang berlangsung dari 23 Agustus hingga 2 November 1949 menjadi titik balik. Delegasi Indonesia yang dipimpin Mohammad Hatta berhasil mencapai kesepakatan yang dituangkan dalam dokumen resmi penyerahan kedaulatan.

Kesepakatan ini tidak hanya mengakhiri konflik bersenjata, tetapi juga memulai hubungan diplomatik baru antara dua negara. Pengakuan dari Belanda ini menjadi titik penting sebagai penanda langkah baru Indonesia di kancah internasional.

Dengan kedaulatan yang diakui secara sah, Indonesia dapat bergabung dengan organisasi internasional, menjalin perjanjian perdagangan, dan memperkuat posisinya di kawasan Asia.

Momen ini adalah bukti bahwa perjuangan kemerdekaan memerlukan sinergi antara kekuatan militer, diplomasi, dan dukungan internasional.

Dengan memahami kapan Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia, dapat di lihat bahwa kemerdekaan sejati adalah hasil dari keberanian mempertahankan hak, keteguhan dalam diplomasi, dan solidaritas yang melampaui batas negara. (Rahma)

Baca juga: Kemerdekaan Memeluk Agama dan Beribadat Menurut Kepercayaan Masing-Masing