Konten dari Pengguna

Kehidupan Ekonomi pada Masa Bercocok Tanam

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi masa bercocok tanam. Sumber foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi masa bercocok tanam. Sumber foto: Pexels

Kehidupan ekonomi pada masa bercocok tanam merupakan babak penting dalam perjalanan sejarah manusia. Manusia yang hidup pada masa ini diperkirakan sejalan dengan zaman Neolitikum.

Secara geografis, masa bercocok tanam ini sangat bergantung pada iklim dan cuaca alam, yang sangat penting dalam proses bercocok tanam. Di mana hasil panen juga sangat dipengaruhi oleh kondisi tekstur tanah yang digunakan.

Dalam artikel ini akan membahas tentang kehidupan ekonomi pada masa bercocok tanam. Mari simak pembahasannya di bawah ini.

Mengenal Masa Bercocok Tanam

Ilustrasi masa bercock tanam. Sumber foto: Pexels

Memgutip buku Sejarah SMP/MTs Kls VII (KTSP), masa bercocok tanam adalah zaman di mana manusia mulai mengubah cara hidup mereka. Mereka tidak lagi menjadi pemburu-pengumpul, tetapi menjadi petani dan peternak.

Masa ini menjadi awal dari revolusi pertanian yang kemudian mengubah dunia secara drastis. Kemampuan untuk menanam dan menghasilkan makanan sendiri menjadi tolak ukur penting dalam mengukur kemajuan ekonomi suatu masyarakat.

Selain itu, manusia pada masa tersebut juga mulai mengembangkan teknik-teknik pertanian yang lebih canggih, seperti penggunaan alat-alat sederhana untuk membantu dalam proses bercocok tanam.

Berbagai Aktivitas Kehidupan Ekonomi pada Masa Bercocok Tanam

Masa bercocok tanam ditandai dengan kemampuan manusia untuk memenuhi persediaan makanan.

Berikut ini adalah berbagai aktivitas dari kehidupan ekonomi di masa bercocok tanam.

1. Mampu Menghasilkan Bahan Makanan Sendiri

Salah satu aspek paling signifikan dari masa bercocok tanam adalah kemampuan untuk menghasilkan bahan makanan sendiri. Manusia tidak lagi tergantung pada hasil buruan atau pemanen liar.

2. Mampu Mengolah Makanan

Selain menghasilkan bahan makanan, manusia pada masa bercocok tanam juga mulai mengembangkan teknik pengolahan makanan.

Mereka mempelajari cara menggiling biji-bijian menjadi tepung, memasak daging, dan mengawetkan makanan untuk memenuhi kebutuhan di kemudian hari.

3. Mampu Menghasilkan Alat Dapur

Untuk mendukung kegiatan memasak dan mengolah makanan, manusia pada masa bercocok tanam mulai menghasilkan alat-alat dapur sederhana.

Mereka membuat tembikar untuk memasak, wadah penyimpanan untuk menyimpan hasil panen, dan tungku untuk memasak makanan.

4. Sudah Mengenal Sistem Barter

Pada masa bercocok tanam, manusia mulai mengenal sistem barter sebagai cara pertama untuk berdagang.

Mereka menukar hasil pertanian mereka dengan barang-barang lain yang dibutuhkan, seperti kain, alat-alat logam, atau benda-benda berharga lainnya.

5. Mampu Menghasilkan Produk Peternakan

Selain bercocok tanam, manusia pada masa bercocok tanam juga mulai mengembangkan peternakan.

Mereka mengembangkan berbagai jenis ternak, seperti sapi, kambing, dan ayam, untuk memenuhi kebutuhan daging, susu, dan bahkan kerja hewan.

Kehidupan ekonomi pada masa bercocok tanam telah membawa perubahan besar dalam kehidupan manusia.

Di mana masa tersebut mejadi awal dari peradaban pertanian yang mendasari perkembangan kehidupan masyarakat selanjutnya. (AZS)