Konten dari Pengguna

Kenali Ciri-Ciri Kelompok Informal dalam Organisasi

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto ilustrasi: Ciri-ciri Kelompok Informal, sumber: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Foto ilustrasi: Ciri-ciri Kelompok Informal, sumber: Unsplash

Kelompok informal adalah salah satu jenis kelompok yang ada dalam masyarakat maupun organisasi. Ciri-ciri kelompok informal, salah satunya adalah tidak ada aturan yang mengikat.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kelompok artinya kumpulan atau golongan, sementara informal adalah tidak resmi. Berdasarkan arti katanya, dapat disimpulkan bahwa kelompok informal adalah kelompok masyarakat yang tidak resmi.

Menurut modul Perilaku Organisasi yang diunggah pada situs Universitas YAI, kelompok informal adalah suatu kelompok yang tidak bisa dibentuk secara formal melalui struktur organisasi. Kelompok ini terbentuk secara alamiah dalam suasana kerja yang muncul sebagai tanggapan terhadap kebutuhan kontak sosial.

Ciri-ciri Kelompok Informal

Foto ilustrasi: Ciri-ciri Kelompok Informal, sumber: Unsplash

Berikut ini penjelasan mengenai ciri-ciri kelompok informal seperti dikutip dari buku Kepemimpinan:

  • Memiliki kebutuhan yang sama

  • Status kelompok tidak memiliki izin

  • Sifat keanggotaan tidak mengikat

  • Tidak ada aturan yang tegas

  • Punya loyalitas tinggi

  • Tidak terorganisir

  • Tidak ada struktur organisasi

  • Tidak ada anggaran dasar dan rumah tangga secara tertulis

  • Bertujuan untuk kepentingan bersama

Jenis-Jenis Kelompok Informal

Foto ilustrasi: Ciri-ciri Kelompok Informal, sumber: Unsplash

Kelompok informal sendiri terdiri dari dua jenis, yaitu kelompok persahabatan dan kelompok kepentingan.

1. Kelompok Persahabatan

Dikutip dari buku Manajemen Wilayah Hutan, kelompok ini terbentuk karena adanya persamaan dalam suatu hal, seperti persamaan jenis kelamin, hobi, status, atau latar belakang.

2. Kelompok Kepentingan

Kelompok ini berafiliasi dalam mencapai tujuan bersama. Sasaran kelompok ini semata-mata hanya untuk mencapai kepentingan kelompok.

Contoh Kelompok Informal

Foto ilustrasi: Ciri-ciri Kelompok Informal, sumber: Unsplash

Ada beberapa contoh kelompok informal yang bisa ditemui pada kehidupan bermasyarakat maupun berorganisasi. Berikut ini penjelasannya:

1. Kumpulan Pekerja

Saat jam istirahat, biasanya para pekerja akan pergi makan siang bersama sekelompok orang atau geng. Kumpulan ini bisa disebut sebagai kelompok informal.

2. Pencinta Mobil Tua

Kelompok ini terjalin karena adanya kesamaan hobi, yaitu mengoleksi mobil tua. Ketika sudah bergabung dalam kelompok, mereka bisa saling mengedukasi perihal mobil tua.

3. Komunitas

Salah satu contoh kelompok informal lainnya adalah komunitas. Saat ini, banyak sekali ditemukan komunitas di masyarakat, seperti komunitas blogger, komunitas Youtuber, komunitas backpacker, komunitas hijaber, dan sebagainya.

4. Kelompok Belajar

Ketika ada tugas kerja kelompok di sekolah, para siswa harus bergabung bersama beberapa orang untuk mengerjakan tugas tersebut. Kelompok belajar ini bisa dikategorikan sebagai kelompok informal. (Tp)