Kisah Tasbih Nabi Yunus yang Selamat dari Perut Ikan Besar

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Nabi Yunus merupakan nabi dari Bani Israil yang tinggal di negeri Ninawa. Kisah tasbih Nabi Yunus yang selamat dari paus mengajarkan bahwa bertasbih menjadi pertolongan dalam segala permasalahan.
Mengutip dari buku Binatang Menakjubkan dalam Al-Qur'an, Komarudin Ibnu Mikam, (2011:77), kisah tentang Nabi Yunus yang ditelan paus besar ini terdapat dalam Al-Qur'an Surah As-Saffaat (37) ayat (142).
Kisah Tasbih Nabi Yunus
Berikut adalah kisah tasbih Nabi Yunus yang selamat dari perut ikan besar.
Nabi Yunus diutus menyampaikan peringatan kepada kaumnya supaya menyembah Allah dan menjauhi larangannya. Hal pertama yang disampaikan tentang ilmu tauhid.
Namun di tengah dakwahnya, kaum Nabi Yunus tidak ingin mengikuti perkataannya. Nabi Yunus merasa kesal dan segera meninggalkan tempat dakwahnya secara tiba-tiba.
Ketika di tepi pantai, ada sebuah kapal yang hendak berlayar. Nabi Yunus naik dan berlayar dengan kapal tersebut. Namun pada hari itu angin bertiup kencang dan hujan sangat deras.
Penumpang panik dan berdiskusi untuk mengurangi muatan kapal melalui undian. Orang yang namanya muncul saat diundi harus rela menceburkan diri ke laut.
"Yunus!", nama Nabi Yunus muncul. Oleh karena itu beliau harus menceburkan diri ke laut supaya kapal tidak karam dan penumpang yang lain selamat.
Namun para penumpang belum menerima keputusan itu. Undian ini akhirnya diulang sampai 3x. "Yunus!", hasilnya tetap. Lalu Nabi Yunus sadar dan menerima keputusan itu.
Byuuur! Dinginnya air laut membuat Nabi Yunus menggigil. Di tengah ombak yang besar tiba-tiba ada seekor nun atau yang kita kenal paus muncul ke permukaan.
HAAAAAP! Paus membuka mulutnya lebar-lebar dan menelan Nabi Yunus. Dalam sekejap Nabi Yunus masuk ke dalam perutnya.
Di dalam perut paus keadaan sangat gelap dan baunya amis. Beliau terus berdoa kepada Allah dan memohon ampunan atas segala kesalahannya diikuti kalimat bertasbih mengucapkan:
"Laa ilaaha illa Anta, subhaanaka inni kuntu minadz-dzolimiin" (QS. Al-Anbiya: 87).
Allah mendengar doa beliau dan akhirnya paus menepi untuk menyemburkan Nabi Yunus supaya keluar dari perutnya. Sampailah Nabi Yunus dengan selamat ke daratan.
Dengan kondisi tubuh yang lemas, beliau menyesal telah meninggalkan kaumnya. Kemudian dengan iman dan tekat yang kuat, ia kembali memberikan ajarannya dengan lebih sabar.
Dengan kekuasan Allah, kisah tasbih Nabi Yunus ini dapat diambil pesan bahwa seberat dan sebesar apapun masalah, ketika kita mengembalikan dan berserah diri kepada Allah akan ada petunjuk dan pertolongan. (Dista)
Baca Juga: Nabi yang Menangis sampai Buta, Kisah Penuh Kesedihan dan Kesabaran
