Konten dari Pengguna

Kisah Zaid bin Tsabit, Juru Tulis Wahyu dan Penjaga Al-Qur’an

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kisah Zaid bin Tsabit. Foto: unsplash/Abdullah Arif
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kisah Zaid bin Tsabit. Foto: unsplash/Abdullah Arif

Zaid bin Tsabit r.a. adalah sosok sahabat Nabi Muhammad saw yang perannya sangat penting dalam sejarah Islam. Kisah Zaid bin Tsabit yang paling terkenal adalah sebagai juru tulis wahyu sekaligus penjaga Al-Qur’an.

Dikutip dari islamonline.net, ia adalah sosok yang cerdas dan dipercaya langsung oleh Rasulullah dalam urusan penulisan wahyu, terutama dalam proses pengumpulan mushaf Al-Qur’an di masa itu.

Kisah Zaid bin Tsabit, Juru Tulis Wahyu dan Penjaga Al-Qur’an

Ilustrasi kisah Zaid bin Tsabit. Foto: Unsplash/Masjid Pogung Dalangan

Kisah Zaid bin Tsabit yang paling terkenal karena kecerdasannya yang luar biasa. Ia lahir di Madinah dari suku Bani Khazraj.

Ketika Rasulullah saw hijrah ke Madinah, pada saat itu Zaid masih remaja. Namun, ia sudah menunjukkan bakat kecerdasannya. Ia memiliki kemampuan cepat menghafal, fasih membaca dan menulis, serta memiliki daya ingatan yang tajam.

Karena beberapa alasan itulah, Nabi Muhammad saw mempercayainya untuk menuliskan wahyu yang turun dari Allah Swt.

Setiap kali wahyu diturunkan, Nabi Muhammad pun memanggil Zaid dan memerintahkannya untuk menuliskan wahyu di pelepah kurma, batu, kulit binatang, atau tulang.

Zaid pun dikenal sebagai juru tulis utama di antara beberapa sahabat penulis wahyu lainnya. Selain itu, ia juga diberi tugas mempelajari bahasa Ibrani dan Suriyani. Perintah ini bertujuan agar bisa menerjemahkan surat-surat dari luar Arab.

Setelah peristiwa wafatnya Rasulullah saw, tanggung jawab besar kian menanti Zaid. Pada masa kekhalifahan Abu Bakar Ash-Shiddiq, terjadilah Perang Yamamah hingga menyebabkan banyak penghafal Al-Qur’an gugur.

Umar bin Khattab kemudian mengusulkan agar Al-Qur’an segera dikumpulkan secara tertulis untuk menjaga kemurniannya. Abu Bakar pun menunjuk Zaid bin Tsabit untuk memimpin pengumpulan Al-Qur’an pertama kalinya.

Tugas ini sangat berat bagi Zaid, ia harus mengumpulkan semua bagian Al-Qur’an dari para penghafal, potongan-potongan tulisan, dan mencocokkannya dengan hafalan sahabat.

Pada masa Khalifah Utsman bin Affan, Zaid kembali ditugaskan untuk memimpin penyalinan mushaf Al-Qur’an dalam satu bacaan yang utuh. Hasilnya dikenal sebagai Mushaf Utsmani, yang menjadi dasar mushaf Al-Qur’an yang dibaca umat Islam hingga sekarang.

Kisah Zaid bin Tsabit menggambarkan dirinya sebagai tokoh penting dalam sejarah kitab umat Islam. Ia berjasa besar dalam menjaga keaslian dan kesucian Al-Qur’an. (Win)

Baca juga: Sejarah Laut Merah, Jalur Perdagangan Kuno yang Menghubungkan Dunia